FINANCE 24 JAM - Apakah konflik Amerika Serikat dan Iran bisa memicu krisis global yang lebih luas?
Seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi Indonesia dan kehidupan sehari-hari masyarakat dunia?
SBY Soroti Dampak Perang Global dan Ancaman Ekonomi Dunia
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan dampak luas konflik tersebut terhadap stabilitas global.
Dalam acara yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia di Jakarta Selatan, Selasa (14/4/2026), SBY menegaskan bahwa perang berkepanjangan akan mengguncang ekonomi dunia.
SBY yang menjabat Presiden RI periode 2004–2014 menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berpotensi memicu krisis ekonomi global.
Ia menekankan bahwa seluruh negara, termasuk Indonesia, akan terkena efek domino dari ketidakstabilan geopolitik tersebut.
Baca Juga: Investor Global Mulai Kembali Ke Saham AS Setelah BlackRock Naikkan Outlook dan Risiko Menurun
Pentingnya Kompromi dalam Negosiasi untuk Mengakhiri Konflik Global
SBY menyoroti bahwa solusi konflik tidak dapat dicapai tanpa kompromi dari semua pihak yang terlibat dalam negosiasi.
Menurutnya, setiap pihak harus bersedia mengambil langkah mundur demi mencapai kesepakatan yang lebih besar dan berkelanjutan.
“Tidak ada resep ajaib untuk sebuah kesepakatan, perlu ada take and give, compromise,” ujar SBY dalam forum tersebut.
Baca Juga: Harga Pupuk dan Plastik Naik, Ekonomi Indonesia Hadapi Ancaman Inflasi Meski Tetap Tumbuh Stabil
Ia menambahkan bahwa kesediaan untuk mengalah sebagian merupakan kunci utama dalam meredakan konflik internasional.
Pernyataan ini menegaskan pentingnya diplomasi sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas global.
Artikel Terkait
Project Revive Jadi Andalan ASEAN Reformasi Sektor Keuangan untuk Hadapi Risiko Ekonomi Global yang Kompleks
Indonesia Masuk BRICS Didukung Rusia, Apa Dampaknya Bagi Ekonomi dan Posisi Global Indonesia
Putin Apresiasi Indonesia Gabung BRICS, Ini Dampaknya Pada Perdagangan dan Kerja Sama Ekonomi Global
Ruang Fiskal Ketat Dan Ancaman Inflasi Jadi Tantangan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Menurut Eddy Soeparno
Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Lebih Kuat dari 1998, Ini Data Pertumbuhan dan Risiko Resesi Global
Transparansi Pasar Modal Indonesia Diperkuat OJK Lewat Data Pemegang Saham dan Kebijakan Baru 2026
Lonjakan Investasi Indonesia Awal 2026 Capai Rp497 Triliun, Hilirisasi Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional
BlackRock Naikkan Rekomendasi Saham AS Setelah Risiko Konflik Iran Mereda dsn Laba Korporasi Tetap Kuat
Saham AS Kembali Dilirik BlackRock Usai Ketegangan Timur Tengah Mereda dan Prospek Laba Menguat
Strategi Fiskal Indonesia Diuji di Forum Global Ini Respons Investor Menurut Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa