FINANCE 24 JAM - Bagaimana jika jalur energi dunia terganggu oleh konflik geopolitik Timur Tengah?
Apakah penutupan Selat Hormuz benar-benar bisa mempengaruhi pasokan minyak Indonesia dalam waktu dekat?
Dua Kapal Minyak Indonesia Tertahan Ketika Ketegangan Hormuz Meningkat
Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada jalur logistik energi global, termasuk terhadap kapal minyak yang membawa pasokan energi Indonesia.
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Nasional, Cadangan BBM Aman untuk 20 Hari Saja
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan dua kapal kargo minyak milik korporasi energi nasional saat ini berada di kawasan Selat Hormuz.
Kedua kapal tersebut memilih bersandar sementara di area aman karena meningkatnya risiko keamanan di jalur pelayaran tersebut.
“Dua kapal kita sekarang bersandar dulu di Selat Hormuz untuk mencari tempat yang lebih aman,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi mitigasi keselamatan awak kapal dan muatan energi yang diangkut.
Selat Hormuz Jadi Jalur Vital Perdagangan Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu chokepoint energi paling penting di dunia karena menjadi jalur utama ekspor minyak dari Timur Tengah ke pasar global.
Sebagian besar ekspor minyak dari negara Teluk Persia menuju Asia Timur dan Asia Tenggara melewati jalur sempit tersebut setiap hari.
Indonesia sendiri memiliki ketergantungan signifikan terhadap jalur ini karena sekitar 19 persen impor minyak nasional melewati Selat Hormuz.
Situasi keamanan yang tidak stabil membuat sejumlah kapal energi global memilih menunggu perkembangan situasi sebelum melanjutkan perjalanan.