FINANCE 24 JAM - Apakah praktik tambang ilegal masih dibiarkan merampas kekayaan negara di tengah upaya penegakan hukum yang kian diperketat?
Menjelang akhir 2025, langkah tegas pemerintah di Kalimantan Timur membuka pertanyaan besar tentang sejauh mana negara hadir menjaga sumber daya alamnya.
Negara Amankan Puluhan Ribu Ton Batu Bara Ilegal
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berhasil mengamankan sekitar 70.000 ton batu bara hasil Pertambangan Tanpa Izin di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Baca Juga: Perubahan 180 Derajat Dakwaan Kerry: 8 Bulan Ditahan, Tuduhan Awal Tak Muncul di Sidang
Pengamanan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM pada 28 hingga 30 Desember 2025 di sejumlah lokasi strategis.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Jeffri Huwae, mengatakan tumpukan batu bara ilegal tersebut berpotensi merugikan negara bila tidak segera diamankan.
Menurutnya, negara berkepentingan menjaga aset hasil kejahatan pertambangan agar dapat dikembalikan sebagai penerimaan negara.
Baca Juga: Dugaan Korupsi Ekspor Bauksit, Kejati Kalbar Amankan Dokumen dari KSOP Ketapang
Operasi Terpadu di Lima Titik Lokasi Strategis
Jeffri menjelaskan batu bara ilegal tersebut ditemukan di lima titik lokasi, termasuk pelabuhan khusus dan area tambang di Kecamatan Loa Kulu serta Kecamatan Sebulu.
Seluruh stockpile telah dipasangi garis pengaman, segel resmi, serta papan penanda sebagai aset negara.
“Batu bara ini adalah potensi kekayaan negara yang rawan hilang, sehingga harus diamankan dan dilelang sesuai ketentuan,” ujar Jeffri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.
Ia menambahkan proses selanjutnya mencakup penghitungan volume dan penilaian kualitas oleh surveyor berwenang.
Hasil Lelang Masuk Penerimaan Negara Bukan Pajak
Setelah verifikasi teknis selesai, batu bara akan dilelang dan hasilnya disetorkan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak sektor energi dan sumber daya mineral.
Artikel Terkait
29 Ditangkap, 3 Dilepasliarkan: Fakta Suram Penanganan Konflik Macan Tutul Jawa
Presiden Prabowo Absen di Pembukaan BEI 2026, Menkeu Ungkap Fokus Kemanusiaan dan Optimisme IHSG 10.000
Awal 2026 Tanpa Produksi, RKAB Belum Disahkan Bikin Operasional Tambang Vale Indonesia Terhenti
Investasi Hilirisasi Rp100 Triliun Jadi Fokus Pertemuan Presiden Prabowo dan Rosan Roeslani
Defisit APBN 2025 Membengkak Rp560,3 Triliun, Penerimaan Pajak Lesu di Tengah Ekonomi
Smelter IMIP Dilirik Industri Roket, Sphere Amankan 10 Persen Saham untuk Bisnis SpaceX Elon Musk
Akuisisi Trimata Coal, Strategi MEJA Masuk Energi Primer Sumatera Selatan di Tengah Dinamika Pasar
Top Winners 2025: Data Forbes Ungkap Lonjakan Fantastis Harta Low Tuck Kwong
Data CBA: 26 Kapal Sewa PIS Gagal Capai Target ELF, Risiko Biaya dan Keselamatan Meningkat
Dari BBM Oplosan ke Kontrak Sewa: Fakta Baru Dakwaan Kerry Adrianto Riza Diungkap PEPS