FINANCE 24 JAM - Apakah proyek hilirisasi bernilai Rp100 triliun benar-benar akan menjadi pengungkit ekonomi nasional di tengah tekanan global dan perlambatan investasi dunia?
Sejauh mana pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Kepala Danantara di Hambalang menentukan arah industrialisasi Indonesia ke depan?
Prabowo Dorong Percepatan Hilirisasi Nasional Melalui Danantara
Presiden Prabowo Subianto membahas percepatan proyek hilirisasi strategis bersama Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani di Hambalang, Bogor, Minggu, 4 Januari 2026.
Baca Juga: Forbes Januari 2026: Dominasi Energi Bertahan, Manufaktur Naik Peringkat Menuju ke Enam Besar
Pertemuan tersebut memfokuskan kesiapan lima titik proyek hilirisasi yang dijadwalkan melakukan groundbreaking pada Februari 2026 dengan total investasi mencapai 6 miliar Dolar AS atau sekitar Rp100 triliun.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pembahasan menekankan kesiapan teknis, pendanaan, dan dampak ekonomi nasional dari proyek yang dikelola Danantara.
Lima Proyek Hilirisasi Strategis Siap Groundbreaking Nasional
Rosan Roeslani menjelaskan proyek hilirisasi akan tersebar di beberapa provinsi dan berfokus pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam domestik.
Baca Juga: Miliarder Teknologi Elon Musk Pecahkan Rekor, Kekayaan Nominal Lampaui Ekonomi Nasional
Menurut Rosan, hilirisasi menjadi instrumen utama memperkuat struktur industri nasional dan mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah.
Pemerintah menargetkan proyek tersebut menciptakan efek berganda melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan daerah.
Investasi Rp100 Triliun Dorong Lapangan Kerja Nasional
Nilai investasi yang mencapai Rp100 triliun diproyeksikan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.
Baca Juga: Menkeu Buka Perdagangan BEI 2026, Jelaskan Absennya Prabowo dan Optimisme Pasar Modal
Data Kementerian Investasi menunjukkan sektor hilirisasi menjadi penyumbang utama realisasi investasi nasional sepanjang 2025.
Rosan Roeslani menegaskan Danantara berperan sebagai penggerak investasi jangka panjang yang berorientasi pada industrialisasi berkelanjutan.
Artikel Terkait
Purbaya Ungkap Arah Baru Pasar Modal: 5 Dampak Demutualisasi BEI bagi Likuiditas dan Inovasi
Ekonomi Indonesia 2026: Stabil di Atas 5 Persen di Tengah Risiko Global dan Tekanan Fiskal
Empat Gempa Per Jam di Semeru, Menteri Bahlil Pastikan Pemantauan Gunung Api Berjalan Ketat
Stok Beras 4 Juta Ton dan Harga Stabil, Begini Potret Ketahanan Pangan Indonesia 2025
Sidang Perceraian Atalia Praratya Dan Ridwan Kamil Masuki Tahap Akhir, E-Litigasi Dijadwalkan 2 Januari 2026
Langkah Tegas Bahlil: Dirjen Gakkum ESDM Dibentuk, Tambang Ilegal dan Subsidi Bocor Dibidik
Target Ekonomi Indonesia 2026: Pertumbuhan 5,2–5,8 Persen dengan Investasi Rp7.500 Triliun
29 Ditangkap, 3 Dilepasliarkan: Fakta Suram Penanganan Konflik Macan Tutul Jawa
Presiden Prabowo Absen di Pembukaan BEI 2026, Menkeu Ungkap Fokus Kemanusiaan dan Optimisme IHSG 10.000
Awal 2026 Tanpa Produksi, RKAB Belum Disahkan Bikin Operasional Tambang Vale Indonesia Terhenti