• Sabtu, 18 April 2026

Peta Baru Kekayaan Asia 2025: Energi dan Teknologi Dominasi, Prajogo Pangestu Masuk 11 Besar

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Senin, 29 Desember 2025 | 17:10 WIB
Prajogo Pangestu menempati peringkat ke-11 dalam daftar 20 orang terkaya Asia Desember 2025 versi CNBC Indonesia, melampaui pendiri Alibaba Jack Ma. (Dok. barito-pacific.com)
Prajogo Pangestu menempati peringkat ke-11 dalam daftar 20 orang terkaya Asia Desember 2025 versi CNBC Indonesia, melampaui pendiri Alibaba Jack Ma. (Dok. barito-pacific.com)

FINANCE.24JAMNEWS.COM - Mengapa Jack Ma kini berada di posisi ke-20 orang terkaya Asia, sementara pengusaha Indonesia justru melesat menyalipnya?

Apa makna perubahan peringkat orang terkaya Asia terhadap arah ekonomi kawasan pada akhir 2025?

Daftar Orang Terkaya Asia Soroti Dinamika Kekayaan Baru

CNBC Indonesia merilis daftar 20 orang terkaya Asia per Desember 2025, dengan Mukesh Ambani tetap memimpin dengan kekayaan Dolar AS 112 miliar.

Baca Juga: Romo FX Mudji Sutrisno Wafat di Usia 71 Tahun, Serikat Yesus Umumkan Misa Requiem Dua Hari

Daftar ini menampilkan dinamika baru, termasuk turunnya posisi Jack Ma ke peringkat ke-20 Asia.

Sektor teknologi masih mendominasi melalui Tencent, ByteDance, dan NetEase, namun sektor energi dan infrastruktur menunjukkan penguatan signifikan.

Kondisi ini mencerminkan perubahan lanskap bisnis Asia pascapandemi dan tekanan geopolitik global.

Baca Juga: Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS, Ini Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Desember 2025

Prajogo Pangestu Lampaui Jack Ma di Peringkat Asia

Prajogo Pangestu berada di peringkat ke-11 Asia dengan kekayaan Dolar AS 39,3 miliar, unggul atas Jack Ma yang memiliki Dolar AS 29,3 miliar.

Ini menjadi capaian tertinggi pengusaha Indonesia dalam sejarah daftar kekayaan Asia versi media internasional.

Kenaikan nilai aset Prajogo dipicu lonjakan kapitalisasi pasar korporasi Barito Pacific Group.

Baca Juga: Indonesia Catat 1,6 Miliar Dolar AS Investasi Halal 2025, Posisi Global Ketiga Terkuat

Kinerja sektor petrokimia dan energi panas bumi menjadi faktor utama peningkatan tersebut.

Tekanan Regulasi dan Perubahan Bisnis Teknologi

Penurunan posisi Jack Ma terjadi seiring tekanan regulasi terhadap sektor teknologi Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X