• Sabtu, 18 April 2026

Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan 80 Persen Ekonomi RI Ditentukan Domestik Bukan Faktor Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Rabu, 28 Januari 2026 | 06:42 WIB
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa saat memaparkan dominasi permintaan domestik dalam struktur ekonomi Indonesia di Jakarta. (Instagram.com @menkeuri)
Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa saat memaparkan dominasi permintaan domestik dalam struktur ekonomi Indonesia di Jakarta. (Instagram.com @menkeuri)

FINANCE 24 JAM - Mengapa perlambatan ekonomi nasional hampir selalu dikaitkan dengan krisis global, meski struktur ekonomi Indonesia didominasi konsumsi domestik?

Apakah ketergantungan pada narasi global justru menutup evaluasi serius terhadap kualitas pengelolaan ekonomi di dalam negeri?

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, melontarkan kritik terbuka terhadap kecenderungan pengambil kebijakan yang menjadikan ekonomi global sebagai alasan utama melemahnya kinerja ekonomi nasional.

Baca Juga: Kemenkeu Tegaskan Hoaks Isu Menkeu Purbaya Ditipu Korporasi Bank Himbara Soal Dana Rp200 T

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam sebuah seminar kebijakan ekonomi di Jakarta, saat menyoroti dominasi permintaan domestik dalam struktur ekonomi Indonesia.

Menurut Purbaya, sekitar 80 hingga 90 persen aktivitas ekonomi nasional digerakkan oleh konsumsi dan belanja di dalam negeri.

Dominasi Permintaan Domestik dalam Struktur Ekonomi Nasional

Purbaya menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap faktor global sering kali dibesar-besarkan dalam diskursus kebijakan publik.

Baca Juga: Stok Aman Dan Harga Stabil Nasional, Pemerintah Klaim Pangan Terkendali Jelang Ramadan

Ia menjelaskan bahwa kontribusi ekspor terhadap produk domestik bruto Indonesia relatif lebih kecil dibanding konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) konsumsi rumah tangga secara konsisten menyumbang lebih dari 53 persen PDB nasional dalam lima tahun terakhir.

Kritik Terhadap Narasi Global Sebagai Kambing Hitam

Dalam paparannya, Purbaya menyebut kebiasaan menyalahkan kondisi global sebagai bentuk penghindaran dari evaluasi kebijakan domestik.

Baca Juga: Tambang Ilegal dan Sanksi Denda, Negara Dituding Lunak Pada Korporasi dalam Penegakan Hukum

Ia menyatakan bahwa jika ekonomi nasional melemah, penyebab utamanya patut dicari dari kualitas pengelolaan fiskal, moneter, dan kebijakan sektoral.

“Kalau ekonomi kita berantakan, jangan langsung bilang global, itu berarti salah urus,” ujar Purbaya dalam forum tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X