• Sabtu, 18 April 2026

Bapanas Pastikan Ketahanan Pangan Stabil Hingga Lebaran 2026 Meski Gejolak Geopolitik Meningkat

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Selasa, 3 Maret 2026 | 16:20 WIB
Petugas logistik memantau stok pangan nasional guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga setelah Idulfitri 2026. (Dok. Bapanas)
Petugas logistik memantau stok pangan nasional guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman hingga setelah Idulfitri 2026. (Dok. Bapanas)

FINANCE 24 JAM - Apakah Indonesia benar-benar siap menghadapi lonjakan konsumsi Ramadan dan Idulfitri 2026?

Di tengah gejolak geopolitik global dan ketidakpastian pangan dunia, mampukah produksi dalam negeri menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan masyarakat?

Ketahanan pangan Indonesia dipastikan tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah setelah pemerintah memproyeksikan surplus berbagai komoditas strategis hingga akhir April 2026.

Baca Juga: Kematian Ali Khamenei dan Operasi Militer Iran Berpotensi Guncang Pasar Minyak Dunia Termasuk Indonesia

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, menegaskan neraca pangan nasional berada pada posisi aman berdasarkan proyeksi produksi dan konsumsi nasional.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Idulfitri di Jakarta pada Senin (2/3/2026).

Menurut Sarwo Edhy, Indonesia masih mencatat surplus pangan nasional hingga setelah Lebaran sehingga kebutuhan konsumsi masyarakat dipastikan terpenuhi tanpa tekanan impor besar.

Baca Juga: Desakan Hukum Tambang Maluku Utara Menguat Seiring Sorotan Publik Soal Kepatuhan Lingkungan

Proyeksi Surplus Pangan Nasional Jadi Penyangga Stabilitas Konsumsi Ramadan

Pemerintah memproyeksikan surplus beras nasional mencapai sekitar 17,2 juta ton hingga akhir April 2026 setelah memperhitungkan produksi dan kebutuhan konsumsi masyarakat.

Total ketersediaan beras diperkirakan mencapai 27,5 juta ton dikurangi konsumsi sekitar 10,3 juta ton sepanjang Januari hingga April 2026.

Sarwo Edhy menyatakan neraca pangan nasional hingga periode pasca-Lebaran masih berada dalam posisi surplus sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok.

Baca Juga: Siapa Pengganti Ali Khamenei? Iran Hadapi Ujian Politik Terbesar Sejak Revolusi Islam Tahun 1979 Berlalu

Selain beras, komoditas jagung diproyeksikan surplus 4,8 juta ton setelah produksi nasional mencapai 10,7 juta ton dengan kebutuhan konsumsi sebesar 5,8 juta ton.

Minyak goreng nasional juga diperkirakan surplus 3,5 juta ton setelah produksi dan stok awal tahun dikurangi konsumsi domestik sebesar 914 ribu ton.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X