Baca Juga: Prabowo Resmikan 218 Jembatan Desa Program Infrastruktur untuk Keselamatan Warga dan Anak Sekolah
Stabilitas Rupiah Bergantung Pada Kekuatan Fundamental Ekonomi Nasional
Selain ketahanan fiskal, pemerintah juga menilai stabilitas nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh kondisi fundamental ekonomi nasional.
Purbaya menegaskan bahwa nilai tukar akan lebih stabil apabila pertumbuhan ekonomi dan sistem keuangan berada dalam kondisi sehat.
“Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih mudah dibandingkan jika kondisi ekonomi sedang tidak baik,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.
Baca Juga: Kasus Migor 2022 Berlanjut, Kejagung Geledah Kantor dan Rumah Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika
Ia menilai kekuatan fundamental ekonomi menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan eksternal dari pasar global.
Stabilitas rupiah sendiri memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan kepastian usaha.
Koordinasi Pemerintah dan Bank Indonesia Redam Dampak Gejolak Global
Pemerintah menegaskan bahwa koordinasi erat dengan Bank Indonesia menjadi strategi utama menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Baca Juga: AI Bisa Menulis Artikel Otomatis, Tapi Mengapa Cerita Jurnalisme Tetap Membutuhkan Sentuhan Manusia
Purbaya menjelaskan bahwa otoritas moneter secara aktif memantau pergerakan nilai tukar serta memastikan likuiditas sistem keuangan tetap memadai.
“Kerja sama yang baik antara pemerintah dan BI sangat penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Ia menambahkan bahwa koordinasi kebijakan fiskal dan moneter mampu meredam dampak gejolak pasar global terhadap ekonomi domestik.
Pendekatan kolaboratif tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.****