ekonomi

Prabowo Dorong Energi Alternatif dan Penghematan BBM Untuk Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional Jangka Panjang

Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:25 WIB
Presiden Prabowo memaparkan pentingnya menjaga keseimbangan fiskal untuk mempertahankan kepercayaan investor. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

FINANCE 24 JAM - Apakah Indonesia siap mengurangi ketergantungan BBM di tengah ancaman krisis energi global?

Seberapa besar peluang energi alternatif domestik menjadi solusi menjaga stabilitas ekonomi nasional?

Presiden Dorong Efisiensi BBM dan Energi Alternatif Hadapi Risiko Global

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah mempercepat pengembangan energi alternatif untuk mengurangi tekanan subsidi BBM akibat fluktuasi harga minyak dunia.

Baca Juga: Prabowo Sebut Danantara Bukti Reformasi. Korporasi Negara, Target Kontribusi Investasi Capai 50 Miliar Dolar AS

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) sebagai bagian strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah juga berupaya memastikan defisit APBN tetap terkendali sesuai batas maksimal tiga persen sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah Percepat Pengembangan Biofuel dan Bioetanol dari SDA Domestik

Presiden mengatakan Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah yang dapat dikembangkan menjadi energi alternatif seperti bioetanol dan biofuel.

Baca Juga: Krisis Energi Global Mengintai Prabowo Siapkan Opsi Work From Home dan Efisiensi BBM Nasional

Pengembangan energi berbasis sumber domestik dinilai mampu mengurangi ketergantungan impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang.

Langkah ini juga menjadi bagian strategi pemerintah mengurangi tekanan fiskal akibat subsidi energi yang sensitif terhadap harga global.

Kebijakan Efisiensi Energi Jadi Opsi Hadapi Ketidakpastian Konflik Global Berkepanjangan

Presiden menyebut pemerintah membuka kemungkinan kebijakan penghematan konsumsi BBM sebagai langkah proaktif menghadapi risiko geopolitik global.

Baca Juga: Indonesia Menuju Swasembada Beras 2026, Stok BULOG Tembus 3,74 Juta Ton Dan Terus Bertambah

Menurutnya, efisiensi energi penting dilakukan karena pemerintah tidak dapat sepenuhnya mengandalkan kondisi pasar global yang stabil.

"Tentunya kita perlu melakukan langkah proaktif yaitu penghematan konsumsi BBM karena kita tidak bisa menganggap kita selalu aman," ujar Prabowo.

Halaman:

Tags

Terkini