• Sabtu, 18 April 2026

Pidato Prabowo Soroti Peluang Ekonomi di Tengah Konflik Geopolitik dan Ketidakpastian Ekonomi Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Kamis, 12 Maret 2026 | 18:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato strategi ketahanan energi dan pangan Indonesia saat acara HUT Danantara Indonesia di Jakarta.   (Facebook.com @Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato strategi ketahanan energi dan pangan Indonesia saat acara HUT Danantara Indonesia di Jakarta. (Facebook.com @Prabowo Subianto)

FINANCE 24 JAM - Apakah Indonesia benar-benar siap menghadapi ancaman krisis global yang dipicu konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia saat ini?

Bisakah kekayaan sumber daya alam menjadi senjata utama Indonesia untuk memperkuat ekonomi nasional di tengah tekanan krisis internasional yang terus meningkat?

Indonesia Percepat Strategi Ketahanan Pangan dan Energi Nasional Terpadu

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan ketidakpastian global akibat konflik geopolitik harus dijawab dengan percepatan strategi swasembada pangan dan energi nasional.

Baca Juga: Penertiban Tambang Ilegal Lampung Jadi Sorotan Setelah Aparat Temukan 315 Mesin Gilingan Emas Aktif

Dalam sambutannya pada Tasyakuran HUT ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/03/2026), Prabowo menyebut krisis sebagai momentum memperkuat fundamental ekonomi Indonesia.

"Krisis adalah ujian sekaligus batu loncatan, bangsa yang kuat akan selamat dan Indonesia memiliki modal kekayaan alam untuk keluar lebih kuat," kata Prabowo.

Ia menjelaskan strategi utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan pangan dan energi sebagai faktor vital dalam menghadapi potensi disrupsi rantai pasok global.

Baca Juga: Impor 105 Ribu Pikap Kopdes Ditunda, Ini Penjelasan Menķop Soal Peran PT Agrinas Pangan Nusantara

Optimisme Pemerintah Terhadap Target Swasembada Pangan Nasional dalam Waktu Dekat

Prabowo menyampaikan pemerintah telah mencapai sebagian target swasembada pangan, termasuk produksi beras nasional yang dinilai semakin stabil dalam beberapa periode terakhir.

Pemerintah juga menargetkan swasembada komoditas lain seperti jagung dan bahan pangan strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik.

Menurut Prabowo, program ini merupakan bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional berbasis sektor riil yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Ingatkan Bahaya Korupsi dan Penyelewengan dalam Pidato Nuzulul Qur’an di Istana Negara Jakarta

Ia mengatakan percepatan program pangan akan dilakukan melalui optimalisasi lahan, peningkatan produktivitas, serta penguatan ekosistem distribusi nasional.

Transformasi Energi Terbarukan Jadi Kunci Kurangi Ketergantungan Impor Bahan Bakar

Di sektor energi, pemerintah mendorong pengembangan bahan bakar alternatif berbasis kelapa sawit dan singkong sebagai substitusi bahan bakar minyak impor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X