• Sabtu, 18 April 2026

Koreksi Harga Batu Bara Setelah Reli Panjang, Investor Kini Waspadai Arah Baru Pasar Energi Dunia

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Kamis, 19 Maret 2026 | 14:04 WIB
Komoditas batubara.Penguatan dolar AS turut mempengaruhi harga batu bara karena meningkatkan biaya pembelian negara importir energi. (Dok.pinterest)
Komoditas batubara.Penguatan dolar AS turut mempengaruhi harga batu bara karena meningkatkan biaya pembelian negara importir energi. (Dok.pinterest)

 

FINANCE 24 JAM - Apakah tren penurunan harga batu bara menjadi sinyal berakhirnya reli komoditas energi global tahun ini?

Bagaimana koreksi minyak dunia dan stabilisasi pasokan mengubah peta investasi sektor energi dalam waktu dekat?

Penurunan harga batu bara global pada Senin (16/3/2026) menjadi sorotan pelaku pasar setelah reli panjang sejak November 2024

Kini, akhirnya terkoreksi oleh kombinasi faktor geopolitik, harga minyak, dan normalisasi permintaan energi dunia, kotrak batu bara Newcastle Maret 2026 turun menjadi 132,3 Dolar AS per ton.

Baca Juga: Kisah Barbie Kumalasari Putus Komunikasi dengan Calon Suami Iran di Tengah Krisis Timur Tengah

Penurunan juga terjadi pada kontrak April 2026 ke 135 Dolar AS dan Mei 2026 ke 136,2 Dolar AS, mencerminkan tekanan jual komoditas energi global.

Koreksi Harga Energi Global Picu Penyesuaian Valuasi Komoditas Batu Bara

Penurunan harga batu bara terjadi bersamaan dengan melemahnya harga minyak mentah Brent ke 100,21 Dolar AS per barel atau turun 2,8 persen.

Harga minyak WTI juga terkoreksi ke 93,5 Dolar AS per barel setelah sebelumnya mengalami volatilitas akibat gangguan pasokan jalur distribusi energi global.

Baca Juga: OJK Ungkap Pelanggaran Laporan Keuangan POSA, Ini Dampak Kasus Benny Tjokrosaputro Bagi Investor Saham

Menurut laporan, meredanya risiko gangguan Selat Hormuz membuat pelaku pasar mulai melakukan profit taking terhadap komoditas energi.

Kondisi tersebut mempersempit premi harga batu bara karena secara historis batu bara sering menjadi alternatif energi ketika harga minyak melonjak tajam.

Stabilitas Pasokan Tiongkok Mengurangi Panic Buying Batu Bara Global

Permintaan dari Tiongkok sebagai konsumen terbesar batu bara dunia mulai menunjukkan stabilisasi setelah pengiriman kontrak jangka panjang kembali normal.

Baca Juga: Pesan Prabowo ke Korporasi Tambang, SDA untuk Rakyat, Prioritas Energi Domestik Jadi Kebijakan Utama

Normalisasi pasokan ini mengurangi aksi pembelian spekulatif yang sebelumnya mendorong kenaikan harga batu bara pada awal Maret 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X