FINANCE 24 JAM - Apakah Indonesia benar-benar aman dari ancaman krisis pangan di tengah ketegangan geopolitik global dan potensi kekeringan?
Bagaimana pemerintah memastikan stok beras nasional tetap cukup bagi ratusan juta penduduk hingga hampir satu tahun ke depan?
Pemerintah Pastikan Stok Beras Nasional Aman Hingga Hampir Sebelas Bulan ke Depan
Pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman hingga hampir 11 bulan ke depan berdasarkan pemantauan terbaru Kementerian Pertanian pada Maret 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan ketersediaan pangan nasional terus dipantau secara intensif guna mengantisipasi potensi kekeringan dan dampak ketegangan geopolitik global.
“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman,” ujar Andi Amran Sulaiman, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Minggu (08/03/2026).
Menurut data Kementerian Pertanian, produksi beras nasional berkisar 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan, melampaui rata-rata konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Baca Juga: Penahanan Richard Lee Jadi Sorotan Publik, Kasus Skincare, Bermula dari Laporan Dokter Detektif
Total ketersediaan beras nasional tercatat mencapai 27,99 juta ton yang berasal dari stok Perum Bulog, stok masyarakat, dan padi siap panen.
Data Produksi dan Konsumsi Beras Nasional Menunjukkan Surplus Pangan Signifikan
Kementerian Pertanian mencatat stok Perum Bulog mencapai 3,76 juta ton yang menjadi cadangan strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Selain itu, stok beras yang berada di masyarakat diperkirakan sekitar 12,50 juta ton yang tersebar di berbagai wilayah produksi dan distribusi pangan.
Baca Juga: Analisis Kebijakan Fiskal: Penerimaan Negara Melemah, Beban Bunga Utang APBN Semakin Membesar
Data tersebut juga diperkuat dengan standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton yang akan segera menambah pasokan dalam waktu dekat.
“Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan,” kata Andi Amran Sulaiman.
Artikel Terkait
Kasus Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi Kembali Ramai Setelah Penyelidikan KPK Dimulai Lagi
Pendapatan Negara Tumbuh Namun Belanja Lebih Cepat, APBN Februari 2026 Alami Defisit Rp135,7 Triliun
Ketahanan Energi Diperkuat, Pertamina Jaga Stok BBM dan LPG Hingga Lebaran Idulfitri 2026
Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, Simbol Kedaulatan Sunda yang Simpan Rahasia Tambang Emas
IMF Nilai Ketegangan Timur Tengah Bisa Ganggu Stabilitas Ekonomi Global dan Keamanan Energi Asia
Investigasi Korupsi Pajak dan Bea Cukai Menguat, KPK Soroti Potensi Kebocoran Penerimaan Negara Besar
Ilmuwan Temukan Sinyal Bahaya Lingkungan Dari Lonjakan Perak di Kawasan Laut China Selatan
Analisis Kebijakan Fiskal: Penerimaan Negara Melemah, Beban Bunga Utang APBN Semakin Membesar
Penahanan Richard Lee Jadi Sorotan Publik, Kasus Skincare, Bermula dari Laporan Dokter Detektif
Likuiditas Perbankan Ditambah Rp100 Triliun, Ini Dampaknya Bagi Kredit Usaha, KPR, dan Stabilitas Ekonomi