Sektor Teknologi Jadi Sorotan dengan Potensi Pertumbuhan Laba Tinggi
BlackRock menilai sektor teknologi sebagai pendorong utama dengan proyeksi pertumbuhan laba mencapai 45 persen sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Dari Kasus Ilegal Hingga Lelang Triliunan, Ini Perjalanan Kapal MT Arman 114 yang Disita Negara
Meski demikian, kinerja harga saham sektor ini masih relatif tertahan sehingga valuasinya berada pada level rendah dibanding sektor lain sejak pertengahan 2020.
Kondisi tersebut membuka peluang investasi menarik bagi investor yang mencari potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Risiko Konflik Dinilai Terbatas Dorong Strategi Investasi Lebih Agresif
BlackRock menilai risiko konflik lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran relatif kecil dalam waktu dekat.
Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Kunci Harga Energi Dunia Konflik Berkepanjangan Picu Lonjakan Biaya dan Industri
Dengan risiko yang lebih terkendali, tekanan terhadap ekonomi global diperkirakan tidak akan signifikan.
Sebagai respons, korporasi tersebut meningkatkan eksposur pada saham AS dan pasar negara berkembang serta tetap membidik peluang tematik seperti sektor pertahanan.
Sebelumnya, ketegangan di Timur Tengah sempat memicu kekhawatiran pasar global terhadap gangguan pasokan energi dan lonjakan harga minyak.
Namun perkembangan terbaru menunjukkan adanya stabilisasi, yang mulai tercermin pada kebijakan investasi institusi besar seperti BlackRock.
Perubahan rekomendasi ini menjadi sinyal penting bahwa pasar mulai melihat peluang pemulihan, dengan kombinasi stabilitas geopolitik dan kinerja laba yang tetap kuat sebagai pendorong utama.****