• Sabtu, 18 April 2026

Harga Minyak Dunia Naik Drastis, Ini Risiko Ekonomi Global Menurut CEO Korporasi Investasi BlackRock Terkini

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Kamis, 26 Maret 2026 | 09:50 WIB
CEO BlackRock, Larry Fink. Fasilitas penyimpanan minyak mencerminkan pentingnya stabilitas pasokan energi global bagi pertumbuhan ekonomi. (Dok. Blackrock.com)
CEO BlackRock, Larry Fink. Fasilitas penyimpanan minyak mencerminkan pentingnya stabilitas pasokan energi global bagi pertumbuhan ekonomi. (Dok. Blackrock.com)

FINANCE 24 JAM - Jika harga minyak melonjak ke level ekstrem, apakah dampaknya hanya terasa di pasar energi global?

Atau justru akan langsung memukul biaya hidup, harga pangan, dan stabilitas ekonomi masyarakat produktif dunia?

Peringatan CEO Larry Fink dari korporasi investasi global BlackRock mengenai potensi harga minyak 150 Dolar AS memicu perhatian pelaku pasar.

Baca Juga: Mentan Pastikan Cadangan Beras 28 Juta Ton, Ketahanan Pangan Semakin Kuat Jelang Lebaran 2026

Ia menilai lonjakan biaya energi berpotensi menciptakan efek domino terhadap sektor transportasi, manufaktur, hingga konsumsi rumah tangga global.

Lonjakan Harga Minyak Bisa Picu Kenaikan Biaya Hidup Global

Larry Fink menyebut harga minyak yang tinggi akan meningkatkan biaya logistik dan transportasi yang akhirnya mendorong kenaikan harga barang konsumsi.

Kenaikan biaya distribusi dinilai dapat memicu inflasi pangan global karena rantai pasok sangat bergantung pada energi fosil.

Baca Juga: Cadangan Pangan Melimpah Hingga 11 Bulan, Pemerintah Siap Hadapi Lonjakan Konsumsi Idulfitri 2026

Kondisi ini dinilai paling terasa bagi kelompok usia produktif yang memiliki pengeluaran rutin tinggi dan sensitif terhadap inflasi.

Industri Manufaktur Hadapi Tekanan Biaya Produksi dan Margin Usaha

Harga energi yang mahal berpotensi meningkatkan biaya bahan baku dan operasional industri menurut analisis Fink.

Kenaikan biaya produksi dapat menekan margin keuntungan korporasi sehingga berpotensi menahan ekspansi bisnis dan perekrutan tenaga kerja.

Baca Juga: Target Besar Prabowo Hingga 2029 dari MBG hingga Hilirisasi Industri, Ini Dampaknya Bagi Rakyat Indonesia

Risiko tersebut dapat memperlambat pertumbuhan sektor industri yang menjadi penggerak utama ekonomi global.

Konsumsi Rumah Tangga Terancam Turun Akibat Pendapatan Riil Tertekan

Larry Fink menilai lonjakan harga energi akan menurunkan pendapatan riil masyarakat karena pengeluaran rutin meningkat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X