FINANCE 24 JAM - Apakah perang Iran berpotensi memicu lonjakan harga minyak global yang berdampak langsung pada inflasi dunia?
Bisakah konflik geopolitik terbaru ini membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama dan menekan daya beli masyarakat kelas produktif?
Ketegangan Timur Tengah Dinilai Bisa Picu Inflasi Global Lebih Lama
Korporasi JPMorgan Chase memperingatkan potensi tekanan baru pada ekonomi Amerika Serikat akibat konflik Iran yang berisiko mengguncang harga energi global.
Baca Juga: Prabowo Dorong Reformasi Perizinan Tambang Nasional Lewat Evaluasi Cepat Ratusan IUP Bermasalah
Dalam surat tahunan kepada pemegang saham yang dirilis Senin (06/04/2026), Dimon menegaskan perang berpotensi memicu lonjakan harga minyak serta komoditas strategis yang mempengaruhi rantai pasokan dunia.
"Saat ini, akibat perang di Iran, kita menghadapi potensi guncangan harga minyak dan komoditas signifikan yang dapat menyebabkan inflasi lebih membandel," ujar Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase.
Ia menambahkan tekanan inflasi tersebut berpotensi membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama dibandingkan ekspektasi pasar keuangan saat ini.
Risiko Defisit Dan Utang Global Jadi Ancaman Stabilitas Ekonomi Dunia
Selain konflik geopolitik, Dimon juga menyoroti risiko struktural lain seperti defisit fiskal tinggi dan akumulasi utang negara yang terus meningkat secara global.
Menurut dia, kombinasi utang besar, harga aset tinggi, serta biaya pinjaman yang sebelumnya rendah menciptakan kerentanan terhadap koreksi pasar secara tiba-tiba.
Jamie Dimon, menyatakan kondisi ini dapat memperbesar volatilitas ekonomi jika terjadi guncangan eksternal seperti konflik geopolitik atau perang dagang.
Sebagai latar belakang, sejumlah media ekonomi global sebelumnya melaporkan bank sentral Amerika Serikat masih berhati-hati menurunkan suku bunga karena inflasi belum sepenuhnya stabil.
Belanja Infrastruktur dan Stimulus Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Amerika
Dalam surat tersebut, Dimon juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat selama beberapa tahun terakhir didorong belanja pemerintah dan stimulus fiskal besar.
Artikel Terkait
Pemerintah Jaga Utang Negara Maksimal 40 Persen PDB, Ekonomi Ditargetkan Tumbuh Stabil Tahun Ini 2026
Indonesia Aman Saat Dunia Bergejolak, Ini Penjelasan Prabowo dan Strategi Ekonomi Pemerintah Terbaru
Indonesia Lebih Kuat Hadapi Krisis Global Lewat Percepatan Transformasi Energi Berbasis Sumber Lokal
Rencana Pusat Finansial Khusus Indonesia Jadi Strategi Hadapi Perebutan Investasi Global di Tengah Krisis
B50 Jadi Kelanjutan Sukses Program B40, Pemerintah Optimistis Energi Terbarukan Perkuat Ekonomi Nasional
Harga Gabah Stabil Dan NTP Naik, Ini Dampak Kebijakan Pertanian Terbaru Terhadap Petani Indonesia Saat Ini
Strategi Pemerintah Jaga Pasokan LPG dari Dampak Geopolitik Global dan Gangguan Distribusi Energi Dunia
Indonesia Dinilai Aman dari Krisis Energi Global, Prabowo Soroti Kekuatan Ekonomi dan Sumber Energi
Indonesia Punya Posisi Tawar Tinggi dalam Geopolitik Dunia, Ini Penjelasan Lengkap Presiden Prabowo
Evaluasi IUP Tambang Ilegal Dipercepat, Prabowo Tekankan Kepentingan Nasional di Atas Kepentingan Kelompok