FINANCE 24 JAM - Apakah banjir besar di Kalimantan Selatan murni bencana alam, atau akumulasi kesalahan tata kelola lingkungan selama bertahun-tahun?
Mengapa suara mahasiswa justru muncul di tengah genangan banjir saat Wakil Presiden meninjau lokasi terdampak?
Wapres Gibran Disergap Aspirasi Mahasiswa di Tengah Banjir Kalsel
Banjir besar yang melanda Kalimantan Selatan memunculkan dialog langsung antara negara dan mahasiswa saat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Desa Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kamis (8/1/2026).
Baca Juga: Di Tengah Rugi 20 JutabDolar AS, Tantiem Direksi Pelita Air Service Menuai Kritik
Dalam kunjungan tersebut, Gibran dihentikan perwakilan mahasiswa dari sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kalimantan Selatan untuk menyampaikan aspirasi terkait krisis lingkungan.
Mahasiswa menilai banjir yang telah berlangsung lebih dari dua pekan bukan sekadar dampak curah hujan, melainkan akibat kerusakan daerah aliran sungai dan tata ruang bermasalah.
Mahasiswa Soroti Tambang Ilegal dan Tata Ruang Bermasalah
Perwakilan mahasiswa menyebut aktivitas tambang ilegal dan alih fungsi lahan memperparah daya dukung lingkungan di wilayah Kalimantan Selatan secara sistemik dan berulang.
Mereka merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat banjir merendam 10 kabupaten dan kota, berdampak pada lebih dari 160 ribu jiwa.
Mahasiswa mendesak evaluasi izin tambang serta peninjauan ulang rencana tata ruang wilayah berbasis keberlanjutan lingkungan dan mitigasi bencana.
Respons Langsung Wapres Gibran di Lokasi Banjir
Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka menyatakan keterbukaan pemerintah terhadap kritik konstruktif dari mahasiswa.
Baca Juga: Angka Pajak Disulap: KPK Ungkap Selisih PBB hingga Sebesar Rp59,3 Miliar di KPP Madya Jakarta Utara
“Pemerintah daerah harus terbuka mendengarkan masukan, termasuk dari mahasiswa, karena mereka bagian dari kontrol sosial,” ujar Gibran di hadapan mahasiswa dan pejabat daerah.
Ia juga meminta kritik yang disampaikan disertai solusi konkret agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang terukur dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Hambalang Jadi Pusat Keputusan Strategis, Presiden Prabowo Subianto Bahas 4 Program Prioritas
Mens Rea Pandji Pragiwaksono dan Batas Kritik: Ketika Stand Up Comedy Masuk Arena Politik
Prabowo Subianto Jaga Jarak dari Daftar Korporasi Bermasalah Saat Satgas PKH Bergerak di Lapangan
PDB Naik, Pengangguran Tetap Tinggi: Mengurai Paradoks Ekonomi Indonesia Versi Data IMF dan BPS
Dari Impor ke Surplus, RDMP Kilang Balikpapan Dorong Swasembada Solar dan Energi Nasional 2026
Dari Balikpapan, Presiden Prabowo Tekankan Reformasi BUMN demi Kelola Kekayaan Negara
Forbes Awal 2026 Ungkap Pergeseran Kekayaan, Rp 148 Triliun Antar Pengusaha Jember Naik Peringkat
Angka Pajak Disulap: KPK Ungkap Selisih PBB hingga Sebesar Rp59,3 Miliar di KPP Madya Jakarta Utara
Fitch Tetapkan Peringkat BBB Obligasi Indonesia Berdenominasi Dolar AS, Stabil di Tengah Risiko Global
Di Tengah Rugi 20 JutabDolar AS, Tantiem Direksi Pelita Air Service Menuai Kritik