FINANCE 24 JAM - Apakah solidaritas Indonesia dan Malaysia bisa menjadi penyeimbang baru di tengah konflik global yang semakin memanas?
Bagaimana diplomasi regional dapat melindungi stabilitas ekonomi dan keamanan Asia Tenggara dari dampak konflik Asia Barat?
Indonesia dan Malaysia Perkuat Diplomasi Regional Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Negara Jakarta pada Jumat (27/03/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Global Tembus 113 Dolar AS, SBY Ungkap Strategi Hadapi Risiko Krisis Energi Dunia
Pertemuan tersebut membahas dampak konflik Asia Barat terhadap stabilitas keamanan global serta potensi gangguan terhadap ekonomi internasional.
Diskusi kedua pemimpin menekankan pentingnya solidaritas kawasan Asia Tenggara menghadapi tekanan geopolitik yang terus berkembang.
Anwar Ibrahim yang saat ini menjabat Perdana Menteri Malaysia menegaskan pentingnya dialog konstruktif dalam merespons situasi global.
Baca Juga: Stok Beras Tembus 3,74 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Ketahanan Pangan Aman Hingga Akhir Tahun 2026
“Pertemuan penuh makna bersama Presiden Prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik persamaan mendepani konflik Asia Barat," kata Anwar Ibrahim.
Konflik Asia Barat Dorong Solidaritas Kawasan Asia Tenggara Semakin Relevan
Konflik kawasan Asia Barat menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi stabilitas energi serta perdagangan global.
Indonesia dan Malaysia memandang koordinasi regional sebagai langkah strategis menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Anwar Ibrahim menegaskan kedua negara memiliki kepentingan bersama menjaga keamanan dan kesejahteraan rakyat melalui penguatan kerja sama regional.
“Malaysia dan Indonesia menegaskan keperluan memperkukuh kesepaduan serantau demi memelihara keamanan serta memperkukuh daya tahan ekonomi rakyat,” ujar Anwar Ibrahim.
Artikel Terkait
Geopolitik Timur Tengah Memanas, Selat Hormuz Terganggu dan Cadangan BBM Hanya Aman 20 Hari
Analis Kritik Strategi Energi . Saat Krisis Selat Hormuz, Ungkap Risiko Besar Ketergantungan Impor Minyak
KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha
Program B50 Mulai Juli 2026, Pemerintah Targetkan Stop Impor Solar dan Hemat Subsidi Energi Nasional
Italia Hibahkan Kapal Induk Garibaldi ke Indonesia, Ini Pertimbangan Politik dan Strategis Pertahanan
Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Refocusing Anggaran Kementerian untuk Tingkatkan Efektivitas Belanja Negara
Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap Stabil April 2026, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru di SPBU Nasional
Subsidi BBM Bengkak, Kajian INDEF Sebut Kendaraan Listrik Bisa Pangkas Beban Energi Hingga 85 Persen
Konflik Timur Tengah Picu Jepang Gunakan Cadangan, Seberapa Efektif Stabilkan Harga Minyak Global
Mengapa Koordinasi OJK dan Kepolisian Jadi Kunci Jaga Perbankan dari Risiko Kejahatan Finansial