Sejumlah media nasional sebelumnya melaporkan pemerintah berupaya meningkatkan kualitas belanja melalui penguatan program prioritas dan pengurangan pengeluaran tidak produktif.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia melalui penguatan efektivitas investasi dan belanja publik.
Prabowo menegaskan efisiensi akan terus dilanjutkan karena masih banyak ruang penghematan dalam struktur belanja pemerintah pusat.
Ia menekankan bahwa setiap rupiah anggaran negara harus kembali kepada kepentingan rakyat melalui program yang terukur dan berdampak langsung.****
Artikel Terkait
Return On Asset Danantara Naik 300 Persen, Prabowo Targetkan Kontribusi Investasi Ratusan Triliun Rupiah
Pasokan LPG Indonesia Dijamin Aman Jelang Idulfitri Setelah Diversifikasi Impor Energi dari AS - Australia
Tambang Emas Ilegal Masih Marak, Aparat Gabungan Lampung Ungkap Jaringan Dan Amankan Puluhan Pelaku
Pesan Prabowo ke Korporasi Tambang, SDA untuk Rakyat, Prioritas Energi Domestik Jadi Kebijakan Utama
Prabowo Larang Open House Mewah Pejabat, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia Jelang Idul Fitri
Defisit APBN Terancam Lewati Batas Aman, Pemerintah Hitung Dampak Perang dan Lonjakan Harga Minyak
OJK Ungkap Pelanggaran Laporan Keuangan POSA, Ini Dampak Kasus Benny Tjokrosaputro Bagi Investor Saham
Kisah Barbie Kumalasari Putus Komunikasi dengan Calon Suami Iran di Tengah Krisis Timur Tengah
Koreksi Harga Batu Bara Setelah Reli Panjang, Investor Kini Waspadai Arah Baru Pasar Energi Dunia
Prabowo Terima Megawati di Istana, Sinyal Rekonsiliasi Politik dan Stabilitas Nasional Menjelang Ramadan