FINANCE 24 JAM - Mengapa subsidi BBM justru lebih banyak dinikmati kelompok mampu dibanding masyarakat bawah?
Bisakah kendaraan listrik menjadi solusi agar subsidi energi lebih adil dan tepat sasaran?
Ketimpangan Konsumsi Subsidi Energi Jadi Sorotan Kebijakan Ekonomi Nasional
Ketimpangan distribusi subsidi energi menjadi perhatian ekonom karena manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga: Geopolitik Timur Tengah Memanas, Selat Hormuz Terganggu dan Cadangan BBM Hanya Aman 20 Hari
Data kajian INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) menunjukkan konsumsi pertalite lebih banyak digunakan kelompok ekonomi atas dibanding masyarakat bawah.
Prof Didik J Rachbini Ph.D, Ekonom INDEF, mengatakan sekitar 63 persen subsidi dinikmati kelompok atas.
Sementara kelompok masyarakat ekonomi bawah hanya menikmati sekitar 37 persen dari total konsumsi energi bersubsidi nasional.
Kendaraan Listrik Disebut Solusi Kebijakan Subsidi Lebih Tepat Sasaran
Transformasi kendaraan listrik dinilai dapat menjadi solusi memperbaiki efektivitas kebijakan subsidi energi agar lebih tepat sasaran.
Didik J Rachbini menyatakan konversi kendaraan BBM ke listrik dapat mengurangi ketergantungan subsidi sekaligus memperbaiki struktur belanja negara.
Ia menyebut kendaraan listrik mampu menekan subsidi energi hingga 85 persen berdasarkan hasil kajian INDEF.
Menurutnya reformasi energi harus diarahkan tidak hanya pada efisiensi fiskal tetapi juga keadilan distribusi manfaat subsidi.
Lonjakan Harga Minyak Global Picu Risiko Krisis Energi Regional
Harga minyak dunia yang meningkat akibat konflik geopolitik memperbesar risiko krisis energi di kawasan Asia termasuk Indonesia.
Artikel Terkait
Geopolitik Timur Tengah Memanas, Selat Hormuz Terganggu dan Cadangan BBM Hanya Aman 20 Hari
Analis Kritik Strategi Energi . Saat Krisis Selat Hormuz, Ungkap Risiko Besar Ketergantungan Impor Minyak
Menkeu Soroti Harga Produk Impor Marketplace, Dorong Kebijakan Pajak Demi Keadilan Perdagangan Digital
Forum Bisnis Tokyo, Prabowo Ajak Korporasi Jepang Perluas Investasi ke Danantara dan Pengelolaan Aset Terpadu
Komitmen Prabowo Perbaiki Iklim Investasi Indonesia Lewat Efisiensi Regulasi dan Kepastian Hukum Bagi Investor
KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha
Program B50 Mulai Juli 2026, Pemerintah Targetkan Stop Impor Solar dan Hemat Subsidi Energi Nasional
Italia Hibahkan Kapal Induk Garibaldi ke Indonesia, Ini Pertimbangan Politik dan Strategis Pertahanan
Airlangga Hartarto Ungkap Strategi Refocusing Anggaran Kementerian untuk Tingkatkan Efektivitas Belanja Negara
Pertamina Pastikan Harga BBM Tetap Stabil April 2026, Ini Daftar Lengkap Harga Terbaru di SPBU Nasional