FINANCE 24 JAM - Apakah perpanjangan izin Freeport hingga 2061 menjadi jaminan stabilitas ekonomi nasional di tengah transisi energi global?
Ataukah komitmen investasi 20 miliar Dolar AS justru menyimpan tantangan besar bagi tata kelola sumber daya Indonesia?
Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan resmi menandatangani Nota Kesepahaman perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk tambang Grasberg di Papua Tengah pada Kamis (20/02/2026).
Baca Juga: Perubahan IPPKH Tambang Emas Tumpang Pitu Disorot, Dasar Hukum Lama Dipertanyakan Pegiat Antikorupsi
Kesepakatan tersebut memperpanjang izin operasional 2041–2061, disertai komitmen tambahan investasi 20 miliar Dolar AS dalam 20 tahun mendatang.
Selain itu, divestasi tambahan 12 persen saham akan meningkatkan kepemilikan Indonesia di PT Freeport Indonesia menjadi 63 persen setelah 2041.
Perpanjangan IUPK Freeport dan Kepastian Investasi Jangka Panjang
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyatakan perpanjangan IUPK memberi kepastian hukum bagi operasi tambang bawah tanah berbiaya tinggi dan berisiko teknis kompleks.
Menurut Rosan, tambahan investasi 20 miliar Dolar AS akan berdampak pada penerimaan pajak, royalti, serta menjaga keberlanjutan sekitar 30.000 tenaga kerja langsung.
Ia menegaskan langkah ini merupakan strategi pragmatis untuk menjaga kontribusi sektor mineral terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Divestasi Saham dan Penguatan Posisi Indonesia di Tambang Grasberg
Dengan divestasi tambahan 12 persen, Indonesia memperkuat kendali atas salah satu tambang tembaga dan emas terbesar dunia.
Baca Juga: PLN 2025 Cetak Laba Rp15 Triliun, Mengapa Subsidi Masih Jadi Faktor Penentu Utama Kinerja Keuangan
Sebelumnya pada 2018, melalui holding pertambangan MIND ID, Indonesia telah meningkatkan kepemilikan menjadi 51 persen, sebagaimana dilaporkan berbagai media nasional.
Kenaikan menjadi 63 persen dinilai memperbesar ruang pengambilan keputusan strategis, termasuk kebijakan hilirisasi dan tata kelola lingkungan.
Artikel Terkait
Kerja Sama Indonesia -- AS Diperkuat Prabowo, Demi Industrialisasi dan Investasi Global Berkelanjutan
Donald Trump Sebut Prabowo Tangguh di Forum Board of Peace, Apa Dampaknya Bagi Indonesia
Andrew Mountbatten-Windsor Ditangkap Polisi, Raja Charles III Tegaskan Supremasi Hukum
Restitusi Pajak Jadi Penentu Iklim Investasi, Mengapa Reformasi Fiskal Kini Mendesak Dilakukan
Pencabutan Izin 28 Korporasi Kehutanan Berujung Penguasaan Lahan Ribuan Ha oleh Satgas PKH
Toko Perhiasan Tiffany & Co Disegel Di Jakarta, Ini Penjelasan Dugaan Pelanggaran Administrasi Impor
BRMS Menghadapi Tantangan Hukum di Palu, Apakah Penambang Liar Menjadi Fokus Pemerintah Saat Ini
Langkah Strategis Prabowo Subianto: Indonesia Ambil Peran Kunci dalam Pasukan Stabilisasi Gaza
Laba PLN Melonjak 130 Persen, Bisakah Kinerja Keuangan Bertahan Tanpa Subsidi APBN Ratusan Triliun
Promedia Group Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD untuk Publikasi Program Pembangunan Nasional