• Sabtu, 18 April 2026

Diversifikasi Pasokan Minyak Jadi Kunci Ketahanan Energi Hadapi Geopolitik dan Rantai Pasok Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Jumat, 13 Maret 2026 | 12:20 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan strategi diversifikasi impor minyak sebagai langkah menjaga ketahanan energi Indonesia dari risiko gangguan pasokan global. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan strategi diversifikasi impor minyak sebagai langkah menjaga ketahanan energi Indonesia dari risiko gangguan pasokan global. (Facebook.com @Bahlil Lahadalia)

FINANCE 24 JAM - Mampukah strategi impor minyak jarak jauh menjaga pasokan energi Indonesia tetap stabil di tengah meningkatnya risiko gangguan distribusi global?

Seberapa efektif diversifikasi pemasok energi dalam melindungi ekonomi nasional dari gejolak krisis energi dunia?

Strategi Impor Jarak Jauh Jadi Pilar Ketahanan Energi Indonesia Modern

Pemerintah Indonesia memperkuat strategi impor minyak mentah jarak jauh sebagai bagian kebijakan menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga: Ancaman Siber Iran Terhadap Korporasi Teknologi Amerika Picu Kekhawatiran Keamanan Infrastruktur Digital

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan diversifikasi pemasok dilakukan untuk mengurangi ketergantungan kawasan tertentu dalam rantai pasok energi.

Ia menyebut sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia selama ini masih berasal dari kawasan Timur Tengah.

Manajemen Logistik Energi Dirancang untuk Menjamin Ketersediaan Pasokan Nasional

Bahlil Lahadalia menjelaskan durasi pengiriman minyak dari Amerika Serikat mencapai sekitar 40 hari sehingga membutuhkan perencanaan logistik matang.

Baca Juga: Seberapa Kuat Ekonomi Indonesia Hadapi Krisis Global, Ini Data PMI Konsumsi dan Keyakinan Konsumen

Ia mengatakan kontrak awal memungkinkan perencanaan suplai berkelanjutan sehingga stok energi nasional tetap terjaga tanpa gangguan distribusi.

Menurut Bahlil Lahadalia, pemerintah juga menyiapkan cadangan energi sebagai bagian sistem pengaman distribusi energi nasional.

Keberhasilan Diversifikasi LPG Perkuat Keyakinan Strategi Impor Energi Nasional

Bahlil Lahadalia menyatakan pengalaman diversifikasi impor LPG menjadi bukti strategi distribusi global dapat berjalan efektif menjaga stabilitas energi nasional.

Baca Juga: Pertemuan Prabowo dan Wakil PM Australia Bahas Hubungan Bilateral dan Tantangan Geopolitik Regional

Ia menjelaskan saat ini sekitar 70 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat menggantikan pasokan dari Timur Tengah.

Menurut Bahlil Lahadalia, keberhasilan tersebut menjadi referensi kebijakan diversifikasi energi dalam memperkuat ketahanan energi nasional jangka panjang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X