Kebijakan Ekspor Hati Hati Jaga Keseimbangan Pasar Domestik
Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company, Rahmad Pribadi, menegaskan ekspor dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan siklus tanam nasional.
Menurutnya, meski terdapat kelebihan pasokan secara nasional, distribusi tetap disesuaikan dengan kebutuhan musiman petani di berbagai daerah.
Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pupuk di tingkat petani.
Kerja Sama Internasional Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok
Selain India, Indonesia juga menjajaki kerja sama pupuk dengan Australia dalam skema perdagangan yang bersifat timbal balik.
Indonesia mengekspor urea sekaligus mengimpor bahan baku seperti fosfat untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk nasional.
Sudaryono menegaskan kerja sama ini penting untuk mengamankan kepentingan nasional sekaligus menjaga hubungan dagang yang sehat.****
Artikel Terkait
Isu Fiskal Indonesia Dipertanyakan Investor Global Ini Jawaban Menkeu Purbaya dalam Forum IMF 2026
Gangguan Jalur Minyak Dunia Picu Kenaikan Harga Energi, Ini Risiko Besar Bagi Ekonomi Global
Krisis Timur Tengah Dorong Pergeseran Rute Pelayaran Global dan Lonjakan Kapal di Mauritius
Kepercayaan Investor Global Meningkat, Kebijakan Fiskal Indonesia Dinilai Positif IMF dan Bank Dunia
Kebijakan Fiskal Indonesia Dipuji IMF, Investor Global Optimistis Arus Modal Asing Segera Masuk
Penertiban IUP Bermasalah di Hutan Lindung Dipercepat Pemerintah Fokus Pada Kepentingan Rakyat dan Negara
Strategi Energi Prabowo Berbuah Hasil, Pasokan Minyak Rusia Amankan Kebutuhan Nasional Hingga Akhir Tahun
Ambisi Besar Bioenergi Indonesia, Dari B50 Hingga E20 untuk Dorong Ekonomi dan Energi Berkelanjutan
Ketegangan Global Ganggu Jalur Energi, Dua Kapal Pertamina Masih Belum Bisa Keluar dari Selat Hormuz
Indonesia Jadi Sorotan Pasar Global Saat Banyak Negara Butuh Urea Akibat Disrupsi Distribusi Pupuk