• Sabtu, 18 April 2026

Pernyataan Menkeu Soal APBN Jadi Sorotan Ini Dampaknya Bagi Stabilitas Ekonomi Indonesia ke Depan

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Jumat, 27 Maret 2026 | 15:10 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi menjaga kepercayaan investor melalui stabilitas APBN Indonesia.Dok. Instagram @menkeu (Dok. Instagram @purbayayudhi.official)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi menjaga kepercayaan investor melalui stabilitas APBN Indonesia.Dok. Instagram @menkeu (Dok. Instagram @purbayayudhi.official)

FINANCE 24 JAM - Bagaimana pemerintah menjaga ruang fiskal saat kebutuhan anggaran program baru terus meningkat?

Apakah strategi pengendalian defisit cukup kuat menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka menengah?

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap solid meskipun menghadapi tantangan pembiayaan program strategis baru.

Baca Juga: Target Pemerintah di Atas 5 Persen, OECD Justru Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Lambat

Ia menilai pengelolaan APBN saat ini masih berada dalam jalur yang pruden dan terkendali berkat kombinasi strategi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang terukur.

Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengelolaan fiskal yang hati-hati menjadi faktor penting menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Strategi Pengendalian Belanja Negara untuk Efektivitas Program Prioritas Nasional

Purbaya menjelaskan pemerintah memiliki fleksibilitas untuk melakukan realokasi belanja dari program kurang produktif menuju sektor dengan dampak ekonomi lebih besar.

Baca Juga: Tambahan Likuiditas Pemerintah Dinilai Efektif Tekan Cost Of Fund dan Stabilkan Suku Bunga Kredit Perbankan

Ia menilai belanja dengan efek pengganda tinggi menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas penggunaan anggaran negara.

Menurutnya, efisiensi belanja juga membantu menjaga defisit tetap sehat tanpa menghambat implementasi agenda pembangunan nasional.

Pengelolaan Utang Dilakukan Selektif Demi Menjaga Kesehatan Fiskal Negara

Purbaya menegaskan strategi pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan biaya utang, risiko pasar, serta kebutuhan likuiditas jangka menengah pemerintah.

Baca Juga: Penyerahan Jabatan Kabais TNI Disebut Sebagai Praktik Baik dalam Budaya Kepemimpinan Institusi Negara

Ia menyebut penerbitan Surat Berharga Negara tetap menjadi instrumen penting pembiayaan dengan pengelolaan risiko yang terukur.

Selain itu, pemanfaatan sisa anggaran tahun sebelumnya juga disebut menjadi bagian strategi menjaga keseimbangan pembiayaan APBN.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X