• Sabtu, 18 April 2026

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen Triwulan I 2026, Sinyal Ekonomi Indonesia Mulai Pulih Lebih Kuat Tahun Ini

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Selasa, 7 April 2026 | 09:05 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan data terbaru penerimaan pajak Indonesia Triwulan I 2026 dalam rapat bersama DPR RI di Jakarta.  (Instagram.com @MenkeuRI)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan data terbaru penerimaan pajak Indonesia Triwulan I 2026 dalam rapat bersama DPR RI di Jakarta. (Instagram.com @MenkeuRI)

Strategi Belanja Negara Dipercepat Untuk Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Pendapatan negara pada Triwulan I 2026 mencapai Rp574,9 triliun atau naik 10,5 persen secara tahunan menurut laporan fiskal pemerintah.

Baca Juga: Misi Perdamaian Berujung Duka, Indonesia Minta PBB Perkuat Sistem Keamanan Pasukan UNIFIL di Kawasan Konflik

Sementara itu belanja negara terealisasi Rp815,0 triliun sehingga defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

Purbaya menjelaskan defisit tersebut masih dalam batas aman karena pemerintah tetap menjaga disiplin fiskal di bawah ambang tiga persen PDB.

Ia menegaskan percepatan belanja dilakukan secara terencana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih awal melalui akselerasi program kementerian dan lembaga.

Baca Juga: Dilema Harga BBM Saat Subsidi Membengkak dan Harga Minyak Global Terus Bergerak Naik Tahun Ini

Penyerapan anggaran mencapai 21,2 persen pada Triwulan I 2026 atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis sekitar 17 persen dari total APBN.

Reformasi Pajak dan Kepatuhan Wajib Pajak Jadi Faktor Penting

Purbaya mengatakan kenaikan penerimaan pajak juga dipengaruhi peningkatan kepatuhan wajib pajak melalui penguatan regulasi perpajakan nasional.

Ia menjelaskan pemerintah berupaya menciptakan sistem pajak berkeadilan yang memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha agar aktivitas ekonomi lebih stabil.

Baca Juga: Jaga Stok Beras Nasional Saat El Nino, Strategi Pompanisasi Hingga Tambahan Produksi Besar Disiapkan

Menurutnya langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha sekaligus memperluas basis penerimaan negara secara berkelanjutan.

Sebagai latar belakang, sejumlah media nasional sebelumnya melaporkan reformasi perpajakan digital menjadi fokus pemerintah untuk meningkatkan rasio pajak.

Pemerintah memastikan kebijakan fiskal tetap diarahkan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X