• Sabtu, 18 April 2026

Ekonomi Tahan Krisis Global, Airlangga Ungkap Risiko Resesi Rendah dan Pertumbuhan Tetap Stabil Tahun Ini

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Selasa, 14 April 2026 | 09:39 WIB
Menko Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah tekanan global dengan pertumbuhan di atas 5 persen tahun ini.  (Dok. Bakom RI)
Menko Airlangga Hartarto menyatakan ekonomi Indonesia tetap stabil di tengah tekanan global dengan pertumbuhan di atas 5 persen tahun ini. (Dok. Bakom RI)

Defisit anggaran Indonesia tetap terjaga di bawah 3 persen, lebih rendah dibanding India 4 persen, Prancis 4,4 persen, dan Amerika Serikat 6,3 persen.

Baca Juga: Keanggotaan BRICS Jadi Momentum Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi dan Pengaruh Global

Airlangga menegaskan bahwa disiplin fiskal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Cadangan devisa Indonesia juga tercatat sebesar Dolar AS 148,2 miliar atau setara dengan enam bulan impor, mencerminkan ketahanan eksternal yang kuat.

Kinerja Sosial Ekonomi Membaik di Tengah Stabilitas Makro Nasional

Pemerintah mencatat penurunan tingkat kemiskinan hingga 8,25 persen serta penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,7 persen.

Baca Juga: Kemenkeu Percepat Reformasi Pajak Lewat Mutasi Pegawai dan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Rasio ketimpangan juga menurun menjadi 0,363, menunjukkan distribusi ekonomi yang semakin merata di tengah pertumbuhan yang stabil.

Penerimaan pajak hingga Maret 2026 mencapai Rp462,7 triliun atau tumbuh 14,3 persen secara tahunan, memperkuat kapasitas fiskal negara.

Airlangga menambahkan bahwa APBN berperan sebagai shock absorber melalui berbagai program bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Rotasi Pimpinan DJP dan Bea Cukai Jadi Langkah Strategis Kemenkeu Perkuat Pengawasan Internal

Struktur Utang Aman dan Risiko Eksternal Tetap Terkendali Nasional

Rasio utang pemerintah tercatat sebesar 40,46 persen terhadap PDB atau senilai Rp9.637,9 triliun, masih dalam batas aman.

Sebagian besar utang berasal dari dalam negeri, sehingga risiko terhadap gejolak eksternal relatif rendah dan lebih terkendali.

Kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara hanya 12,6 persen, menunjukkan ketergantungan terhadap investor global semakin berkurang.

Baca Juga: Harga Energi Global Naik, DPR Nilai Subsidi BBM Masih Penting Jaga Ekonomi Dan Daya Beli

Airlangga menegaskan bahwa struktur utang yang sehat menjadi salah satu indikator penting ketahanan ekonomi Indonesia saat ini.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X