FINANCE 24 JAM - Bagaimana pemerintah menjaga ruang fiskal saat kebutuhan anggaran program baru terus meningkat?
Apakah strategi pengendalian defisit cukup kuat menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka menengah?
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keyakinan bahwa kondisi fiskal Indonesia tetap solid meskipun menghadapi tantangan pembiayaan program strategis baru.
Baca Juga: Target Pemerintah di Atas 5 Persen, OECD Justru Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Lambat
Ia menilai pengelolaan APBN saat ini masih berada dalam jalur yang pruden dan terkendali berkat kombinasi strategi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang terukur.
Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengelolaan fiskal yang hati-hati menjadi faktor penting menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Strategi Pengendalian Belanja Negara untuk Efektivitas Program Prioritas Nasional
Purbaya menjelaskan pemerintah memiliki fleksibilitas untuk melakukan realokasi belanja dari program kurang produktif menuju sektor dengan dampak ekonomi lebih besar.
Ia menilai belanja dengan efek pengganda tinggi menjadi penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas penggunaan anggaran negara.
Menurutnya, efisiensi belanja juga membantu menjaga defisit tetap sehat tanpa menghambat implementasi agenda pembangunan nasional.
Pengelolaan Utang Dilakukan Selektif Demi Menjaga Kesehatan Fiskal Negara
Purbaya menegaskan strategi pembiayaan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan biaya utang, risiko pasar, serta kebutuhan likuiditas jangka menengah pemerintah.
Ia menyebut penerbitan Surat Berharga Negara tetap menjadi instrumen penting pembiayaan dengan pengelolaan risiko yang terukur.
Selain itu, pemanfaatan sisa anggaran tahun sebelumnya juga disebut menjadi bagian strategi menjaga keseimbangan pembiayaan APBN.