FINANCE 24 JAM - Apakah pasar modal Indonesia benar-benar bersiap bangkit setelah tekanan global dan isu MSCI (Morgan Stanley Capital Internatiomal) mengguncang kepercayaan investor?
Mungkinkah aliran dana asing hingga 70 miliar Dolar AS menjadi titik balik besar bagi IHSG dan portofolio generasi produktif?
Proyeksi Capital Inflow 70 Miliar Dolar AS
Laporan Katadata pada Februari 2026 menyebut pasar modal Indonesia berpotensi menerima capital inflow 70 miliar Dolar AS atau sekitar Rp1.184 triliun.
Proyeksi tersebut muncul setelah periode tekanan akibat isu klasifikasi indeks oleh MSCI yang sempat memicu arus keluar dana asing Rp38 triliun hingga Rp50 triliun.
Nilai potensi dana tersebut setara hampir 6 persen Produk Domestik Bruto Indonesia, sehingga berdampak signifikan terhadap likuiditas, stabilitas rupiah, dan pergerakan IHSG.
Pembenahan Regulasi Otoritas dan Bursa Efek Indonesia
Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama Self-Regulatory Organization (SFO),melakukan pembenahan struktural untuk merespons dinamika pasar global secara terukur dan transparan.
Baca Juga: Langkah Strategis Prabowo Subianto: Indonesia Ambil Peran Kunci dalam Pasukan Stabilisasi Gaza
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan regulasi pencatatan saham baru yang ditargetkan efektif Maret 2026 untuk meningkatkan tata kelola dan transparansi emiten.
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperluas klasifikasi investor dalam sistem Single Investor Identification menjadi 28 jenis guna meningkatkan kualitas data dan pengawasan.
Optimisme Dewan Ekonomi Nasional Dan Respons Global
Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu, menyampaikan potensi inflow mencerminkan pemulihan kepercayaan investor global terhadap fundamental Indonesia.
Baca Juga: Laba PLN Melonjak 130 Persen, Bisakah Kinerja Keuangan Bertahan Tanpa Subsidi APBN Ratusan Triliun
Ia menilai reformasi regulasi dan koordinasi antarotoritas menjadi katalis penting bagi stabilitas pasar, terutama di tengah volatilitas ekonomi global dan pengetatan moneter negara maju.
Sebagai pembanding, pasar India mengalami lonjakan investasi asing pascareformasi struktural, sebagaimana dilaporkan Reuters dan Bloomberg pada 2024–2025.
Artikel Terkait
Kerja Sama Indonesia -- AS Diperkuat Prabowo, Demi Industrialisasi dan Investasi Global Berkelanjutan
Donald Trump Sebut Prabowo Tangguh di Forum Board of Peace, Apa Dampaknya Bagi Indonesia
Andrew Mountbatten-Windsor Ditangkap Polisi, Raja Charles III Tegaskan Supremasi Hukum
Restitusi Pajak Jadi Penentu Iklim Investasi, Mengapa Reformasi Fiskal Kini Mendesak Dilakukan
Pencabutan Izin 28 Korporasi Kehutanan Berujung Penguasaan Lahan Ribuan Ha oleh Satgas PKH
Toko Perhiasan Tiffany & Co Disegel Di Jakarta, Ini Penjelasan Dugaan Pelanggaran Administrasi Impor
BRMS Menghadapi Tantangan Hukum di Palu, Apakah Penambang Liar Menjadi Fokus Pemerintah Saat Ini
Langkah Strategis Prabowo Subianto: Indonesia Ambil Peran Kunci dalam Pasukan Stabilisasi Gaza
Laba PLN Melonjak 130 Persen, Bisakah Kinerja Keuangan Bertahan Tanpa Subsidi APBN Ratusan Triliun
Promedia Group Jajaki Kolaborasi Strategis dengan TNI AD untuk Publikasi Program Pembangunan Nasional