FINANCE 24 JAM - Apakah Indonesia sedang menyiapkan langkah besar untuk menjadi magnet baru investasi global di tengah ketidakpastian geopolitik dunia?
Mungkinkah rencana pusat finansial khusus di Bali menjadi strategi kunci yang mengubah posisi Indonesia dalam peta investasi internasional?
Strategi Indonesia Menjadi Magnet Investasi Global di Tengah Ketidakpastian Dunia
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap rencana pembangunan pusat finansial khusus untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi investasi aman dalam Rabu (09/04/2026).
Baca Juga: Ketahanan Pangan Masuk Babak Baru, Pemerintah Targetkan Kemandirian Protein Setelah Produksi Beras
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara yang membahas strategi menghadapi dinamika geopolitik global.
Menurut Prabowo Subianto, pemerintah sedang mencari lokasi paling strategis guna memastikan pusat finansial tersebut mampu menarik investor global secara optimal.
Bali Dipertimbangkan Sebagai Lokasi Strategis Pusat Finansial Khusus Nasional
Prabowo menyebut gagasan ini sebelumnya diusulkan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang mempertimbangkan Provinsi Bali sebagai lokasi potensial pengembangan kawasan finansial.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan 70 Persen Perdagangan Asia Timur Lewat Indonesia, Ini Penjelasan Presiden Prabowo
Ia menjelaskan Bali memiliki daya tarik internasional kuat serta stabilitas sosial yang dinilai penting dalam membangun kepercayaan investor global.
Menurut Prabowo Subianto, keberadaan warga Rusia dan Ukraina di Bali sejak konflik 2022 menunjukkan Indonesia menjadi alternatif lokasi tinggal sekaligus investasi.
Peluang Ekonomi Indonesia dari Pergeseran Arah Investasi Akibat Konflik Global
Prabowo menilai meningkatnya konflik di sejumlah kawasan dunia mendorong investor mencari negara dengan stabilitas politik dan keamanan ekonomi yang lebih terjamin.
Ia mengatakan dana investasi yang sebelumnya mengarah ke Timur Tengah kini mencari tujuan baru yang relatif aman dari konflik terbuka.
Menurut Prabowo Subianto, Indonesia termasuk negara yang diminati karena kondisi domestik relatif stabil dibanding sejumlah kawasan konflik dunia.
Artikel Terkait
Ekonomi Indonesia Menguat, Penerimaan Pajak Capai Rp394,8 Triliun Pada Triwulan Pertama 2026
Sawit Ilegal Masuk Kawasan Konservasi, Pemerintah Pulihkan Ekosistem Mangrove Sumatera Utara
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat Picu Risiko Energi Global Ini Skenario Harga Minyak Dunia Terbaru
Pasar Saham Global Waspada Konflik Iran Bisa Picu Lonjakan Harga Energi dan Volatilitas Investasi
Konsolidasi 15 BUMN Logistik Dipercepat Pemerintah, Target Satu Holding Nasional Demi Efisiensi Distribusi
BP BUMN Targetkan Holding Logistik Nasional Rampung Sebulan, Ini Strategi Transformasi Sektor Distribusi
Hoaks Motor Listrik BGN Diluruskan, Ini Jumlah Pengadaan Sebenarnya untuk Program Makan Bergizi Gratis Nasional
Prabowo Targetkan Rasio Utang Indonesia di Bawah 40 Persen, Defisit APBN Dijaga Tetap Aman Tahun 2026
Prabowo Targetkan Indonesia Jadi Magnet Investasi Global Lewat Stabilitas dan Kawasan Keuangan Khusus
Ketahanan Energi Jadi Sorotan, Prabowo Dorong Hilirisasi Energi untuk Kurangi Ketergantungan Impor BBM