Ia menyebut perubahan sistem ketatanegaraan tanpa kajian mendalam berisiko menimbulkan inkonsistensi antara praktik demokrasi dan Pembukaan UUD 1945.
Baca Juga: Danantara Satu Tahun, Ungkap Tantangan Pemerataan Ekonomi dan Integrasi UMKM dalam Program MBG
Hilangnya Musyawarah Nasional dan Tantangan Kepemimpinan Masa Kini Indonesia
Didik J. Rachbini menyoroti pandangan Try Sutrisno mengenai melemahnya peran Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai lembaga tertinggi negara pascareformasi.
Menurutnya, hilangnya fungsi penyusun Garis-Garis Besar Haluan Negara membuat arah pembangunan nasional lebih ditentukan dinamika politik jangka pendek.
Ia menilai sistem politik lima tahunan mendorong orientasi elektoral dibanding perencanaan strategis jangka panjang bagi kepentingan rakyat.
Baca Juga: Danantara Satu Tahun, Ungkap Tantangan Pemerataan Ekonomi dan Integrasi UMKM dalam Program MBG
Didik J. Rachbini menyebut kondisi tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya figur negarawan seperti generasi pendiri bangsa yang berorientasi visi kebangsaan.
Pandangan itu menjadi refleksi penting mengenai kualitas kepemimpinan nasional di tengah kompetisi politik modern yang semakin transaksional.
Reformasi Berbasis Nilai Pancasila Sebagai Jalan Masa Depan Bangsa
Didik J. Rachbini menjelaskan bahwa Try Sutrisno melihat reformasi tidak boleh sekadar mengikuti arus liberalisasi global tanpa mempertimbangkan nilai keindonesiaan.
Baca Juga: Serangan Rudal Iran ke Israel Picu Kekhawatiran Perang Timur Tengah Dan Ancaman Krisis Energi Global
Menurutnya, demokrasi hanyalah sarana mencapai tujuan kemerdekaan, bukan tujuan akhir dalam kehidupan bernegara.
Ia menekankan pentingnya evaluasi praktik demokrasi agar tetap selaras dengan moral, etika, serta falsafah Pancasila sebagai identitas nasional.
Didik J. Rachbini menyatakan pesan utama Try Sutrisno adalah menjaga integritas nasional melalui reformasi yang berakar pada jati diri bangsa.
Baca Juga: Peran Pedagang Pasar Tradisional dalam Menjaga Distribusi Pangan dan Stabilitas Harga Nasional
Refleksi tersebut menempatkan pemikiran Try Sutrisno sebagai diskursus strategis bagi generasi produktif yang menghadapi tantangan demokrasi masa depan Indonesia.****
Artikel Terkait
Indonesiaraya.co.id dan Promedia Bentuk Ekosistem Media Digital untuk Hadapi Persaingan Informasi
Iran Siaga Perang Setelah Serangan As - Israel Picu Ketegangan Baru Kawasan Timur Tengah
Kadin Indonesia Respons Impor Kendaraan Desa, Tekankan Sinergi Pemerintah dan Industri Otomotif Kedepan
Misteri Nasib Ali Khamenei Usai Serangan Israel - AS Memicu Perang Informasi Timur Tengah Global
Iran Pasca Ali Khamenei Masuk Babak Baru, Dunia Soroti Risiko Konflik Regional dan Ketidakpastian Energi
Kasus Tambang Nikel Pulau Gebe Berpotensi Pengaruhi Reputasi Investasi Energi di Mata Global
Eskalasi Konflik Timur Tengah Setelah Serangan Iran Picu Ancaman Stabilitas Energi dan Ekonomi
Bapanas Pastikan Ketahanan Pangan Stabil Hingga Lebaran 2026 Meski Gejolak Geopolitik Meningkat
Eskalasi Geopolitik Timur Tengah Dinilai Buka Kelemahan Lama Struktur Ekonomi Secara Terbuka
Sudaryono Instruksikan Pedagang Laporkan Penimbunan Demi Jaga Stabilitas Harga Pangan Nasional