FINACE 24 JAM - Apakah negara benar-benar hadir ketika aktivitas gunung api meningkat dan masyarakat hidup dalam bayang-bayang ancaman bencana?
Siapa yang berjaga saat malam sunyi, mencatat setiap getaran bumi demi keselamatan jutaan warga di lereng gunung api aktif Indonesia?
Kehadiran negara dalam mitigasi bencana kembali ditunjukkan melalui dialog langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dengan pengamat gunung api di berbagai daerah.
Baca Juga: Demutualisasi BEI 2026: 5 Alasan Pemerintah Optimistis Pasar Modal Lebih Kompetitif
Interaksi tersebut berlangsung saat kunjungan kerja Bahlil ke Badan Geologi melalui konferensi video dari Kantor PVMBG Bandung, Senin, 29 Desember.
Negara Memastikan Pemantauan Gunung Api Tetap Berjalan Optimal
Bahlil Lahadalia, menanyakan langsung perkembangan aktivitas Gunung Api Semeru kepada pengamat lapangan.
Pertanyaan tersebut menegaskan perhatian pemerintah terhadap dinamika gunung api yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Baca Juga: 8 Negara Dominasi Tambang Dunia 2025, Siapa Paling Berpengaruh Secara Ekonomi
Mukdas, Pengamat Gunung Api Semeru dari PVMBG, menyampaikan aktivitas kegempaan masih tercatat secara konsisten.
Ia menjelaskan gempa letusan terjadi rata-rata empat kali setiap jam berdasarkan pemantauan instrumen terkini.
Status Gunung Api Lewotobi Laki-Laki Masih dalam Level Siaga
Dialog berlanjut dengan pengamat Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur yang saat ini berstatus Level III atau Siaga.
Baca Juga: Serapan Beras Domestik Lampaui Target, Pemerintah Klaim Stok Pangan Sangat Aman
Laporan tersebut disampaikan Herman, pengamat PVMBG yang bertugas memantau aktivitas gunung tersebut secara rutin.
Herman menjelaskan kolom asap masih teramati dengan intensitas sedang hingga tebal.