FINANCE 24 JAM - Bagaimana jika keuntungan koperasi tidak lagi berhenti di laporan keuangan, tetapi langsung menjadi bantuan belanja warga desa?
Apakah digitalisasi koperasi bisa menjadi solusi konkret memperkecil kesenjangan ekonomi antara desa dan kota?
Model Bisnis Koperasi Desa Modern dengan Pendekatan Korporasi Profesional Terintegrasi
Koperasi Desa Merah Putih diperkenalkan sebagai model bisnis baru yang menggabungkan prinsip koperasi tradisional dengan sistem manajemen korporasi modern.
PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk menjalankan operasional awal sebagai bagian dari pembentukan tata kelola profesional berbasis digitalisasi koperasi desa.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut transparansi menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
"Agrinas menjalankan pengelolaan secara modern dan terbuka dengan melibatkan pengurus koperasi desa sebagai pengawas dan pengontrol," ujar Joao dalam keterangannya di Jakarta.
Pendekatan ini bertujuan mengatasi stigma lama mengenai koperasi yang identik dengan tata kelola lemah.
Distribusi Keuntungan Hingga 97 Persen Jadi Daya Tarik Utama Program
Salah satu aspek paling menonjol dari program ini adalah komitmen distribusi keuntungan hingga 97 persen untuk kepentingan desa.
Sebanyak 82 persen dialokasikan langsung kepada warga melalui kupon belanja yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok sehari hari.
Skema ini menjadi inovasi karena manfaat koperasi dapat dirasakan langsung oleh anggota tanpa menunggu pembagian tahunan.
"Keuntungan itu akan dibagi kepada warga desa sebanyak 82 persen dari total keuntungan dalam bentuk kupon," kata Joao.