FINANCE 24 JAM - Benarkah mayoritas deforestasi Indonesia terjadi secara legal dan sesuai aturan negara?
Ataukah legalitas justru menjadi tameng kebijakan yang menyembunyikan krisis hutan alam nasional?
Data WALHI Ungkap Ancaman Deforestasi Legal Nasional
WALHI dalam Tinjauan Lingkungan Hidup 2026 mengungkap sekitar 26 juta hektar hutan alam Indonesia terancam deforestasi legal.
Baca Juga: PPATK Bongkar Ekosistem Keuangan Tambang Emas Ilegal Rp992 T.Selama 2023 Hingga 2025
Angka tersebut mencerminkan kawasan hutan yang telah dialokasikan secara sah untuk kepentingan ekonomi.
Isu ini menjadi sorotan karena melibatkan kebijakan negara dan kepentingan investasi.
Legalitas Izin Dan Narasi Pembangunan Ekonomi
Deforestasi legal terjadi melalui pelepasan kawasan hutan, izin pinjam pakai pertambangan, dan proyek strategis nasional.
Semua skema tersebut memiliki payung hukum yang berlaku, namun WALHI menilai legalitas tidak otomatis menjamin keberlanjutan lingkungan.
Direktur Eksekutif WALHI Nasional, Zenzi Suhadi, menegaskan bahwa regulasi masih memprioritaskan pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebut kebijakan tata ruang cenderung mengorbankan hutan alam.
Baca Juga: Enam Lokasi Digeledah Kejaksaan Agung Dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Industri Sawit Nasional
Menurutnya, negara perlu meninjau ulang paradigma pembangunan berbasis ekstraksi.
Polemik Klaim 97 Persen Deforestasi Legal
Polemik mencuat setelah Anies Baswedan menyatakan 97 persen deforestasi Indonesia bersifat legal.
Artikel Terkait
Tujuh Nama Menteri Mencuat Dalam Isu Reshuffle Kelima Kabinet Prabowo Subìanto Awal 2026
MSCI Bekukan Saham Indonesia Hingga 2026, Danantara Nilai Langkah untuk Reformasi Free Float
IHSG Anjlok 7,34 Persen, MSCI Bekukan Indeks Saham Indonesia, BEI Janji Perbaiki Transparansi Data
Krisis Kepercayaan Pasar: IHSG Terkoreksi, Dirut Bursa Efek Indonesia Mundur dari Jabatannya
Pengunduran Diri Dirut Bursa Efek Indonesia Usai IHSG Turun 8 Persen dan Sorotan Keras Dari MSCI
Sejumlah Pimpinan OJK Mundur, 3 Pejabat Puncak Tegaskan Tanggung Jawab Moral Jaga Stabilitas Keuangan
IHSG Tertekan Aksi Jual Asing, Pemerintah Soroti Lambatnya Respons Terhadap Masukan MSCI
MSCI Beri Peringatan, Status Emerging Market Terancam Turun oleh Transparansi dan Regulasi
Dugaan Manipulasi Saham Gorengan Bareskrim Bersama OJK dan BEI Dalami IHSG Terkoreksi Hingga 2 Persen
Penyidikan Sawit 2015–2024 Berlanjut, Kejaksaan Agung Dalami Dokumen Dari Rumah Siti Nurbaya