• Sabtu, 18 April 2026

MSCI Beri Peringatan, Status Emerging Market Terancam Turun oleh Transparansi dan Regulasi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:53 WIB
Logo Morgsn Stanley Capital Internasional (MSCI). MSCI menempatkan stabilitas regulasi sebagai faktor utama dalam penilaian kelayakan pasar modal Indonesia. (Dok. Kreasi Dola AI)
Logo Morgsn Stanley Capital Internasional (MSCI). MSCI menempatkan stabilitas regulasi sebagai faktor utama dalam penilaian kelayakan pasar modal Indonesia. (Dok. Kreasi Dola AI)

FINANCE 24 JAM - Seberapa kuat komitmen reformasi hukum Indonesia ketika diuji oleh standar investor global?

Mampukah pemerintah merespons peringatan MSCI sebelum kepercayaan pasar berubah menjadi arus keluar modal?

MSCI (Morgan Stanley Capital Internasional) mempertimbangkan penurunan status Bursa Efek Indonesia akibat kekhawatiran terhadap transparansi, kepastian hukum, dan stabilitas kebijakan pasar modal.

Baca Juga: IHSG Tertekan Aksi Jual Asing, Pemerintah Soroti Lambatnya Respons Terhadap Masukan MSCI

Peringatan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap konsistensi reformasi tata kelola ekonomi Indonesia.

Anthony Budiawan menilai isu tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan persepsi independensi institusi negara.

Stabilitas Hukum Jadi Indikator Utama Penilaian MSCI Global

MSCI menempatkan kepastian hukum sebagai indikator utama dalam mengklasifikasikan pasar modal suatu negara.

Baca Juga: Sejumlah Pimpinan OJK Mundur, 3 Pejabat Puncak Tegaskan Tanggung Jawab Moral Jaga Stabilitas Keuangan

Kriteria Frontier Market mencakup lemahnya perlindungan investor serta ketidakpastian penyelesaian sengketa.

“Investor global menilai kualitas hukum sebagai prasyarat utama sebelum mempertimbangkan imbal hasil,” kata Anthony Budiawan.

Janji Presiden Perlu Diterjemahkan dallam Praktik Kelembagaan

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya supremasi hukum untuk menjaga kepercayaan investor di forum WEF 2026.

Baca Juga: Pengunduran Diri Dirut Bursa Efek Indonesia Usai IHSG Turun 8 Persen dan Sorotan Keras Dari MSCI

Anthony menilai pernyataan tersebut harus ditindaklanjuti oleh Kejaksaan dan lembaga peradilan secara konkret.

Tanpa implementasi, janji politik tidak cukup untuk memperbaiki persepsi investor global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X