bisnis

Bahlil Tegaskan Prioritaskan Kepentingan Negara dalam Negosiasi Perpanjangan Kontrak Blok

Kamis, 5 Maret 2026 | 15:40 WIB
Kegiatan ExxonMobil Indonesia. Produksi minyak Blok Cepu meningkat signifikan setelah pengembangan lapangan baru yang memperkuat posisi Indonesia dalam sektor energi regional. (Dok. ExxonMobil.com)

FINANCE 24 JAM - Apakah masa depan produksi minyak nasional akan ditentukan dari meja negosiasi Blok Cepu hari ini?

Mampukah pemerintah memastikan kontrak raksasa migas dunia tetap memberi keuntungan maksimal bagi negara tanpa mengganggu stabilitas produksi energi nasional?

Negosiasi Perpanjangan Kontrak Blok Cepu Jadi Fokus Strategis Energi Nasional

Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan negosiasi perpanjangan kontrak pengelolaan Blok Cepu dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), salah satu proyek minyak terbesar nasional.

Baca Juga: Harga Saham Melonjak Ribuan Persen, OJK Geladah Sekuritas Dugaan Manipulasi Pasar Modal

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan proses negosiasi masih berlangsung dan difokuskan pada skema paling menguntungkan bagi pendapatan negara.

Menurut Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, pembahasan utama menyangkut pembagian hasil produksi antara pemerintah dan korporasi operator.

Ia menegaskan sebagian besar poin teknis sudah mencapai kesepahaman, namun detail bagi hasil masih menjadi pembahasan strategis yang membutuhkan perhitungan matang.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Guncang Pasar Energi Dunia, Indonesia Bersiap Hadapi Risiko Ekonomi Global

Kontrak Blok Cepu sebenarnya masih berlaku hingga tahun 2035, namun ExxonMobil mengajukan perpanjangan lebih awal karena adanya potensi cadangan baru di wilayah kerja tersebut.

Langkah negosiasi dini dinilai penting agar kesinambungan produksi minyak nasional tetap terjaga tanpa risiko transisi operator di masa mendatang.

Cadangan Baru Dorong ExxonMobil Ajukan Perpanjangan Kontrak Lebih Awal

Penemuan sumber cadangan tambahan menjadi faktor utama yang mendorong ExxonMobil Cepu Limited meminta kepastian keberlanjutan kontrak operasi Blok Cepu.

Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia, Indonesia Susun Strategi Lindungi Pasokan BBM Dalam Negeri

Bahlil Lahadalia menjelaskan pemerintah membuka ruang negosiasi selama skema kerja sama tetap memberikan manfaat optimal bagi negara.

Ia menyatakan pemerintah tidak sekadar memperpanjang kontrak, tetapi memastikan peningkatan penerimaan negara dari pengelolaan sumber daya alam strategis.

Halaman:

Tags

Terkini