• Sabtu, 18 April 2026

Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik, Indonesia Perkuat Strategi Impor Energi Demi Stabilitas Nasional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Rabu, 4 Maret 2026 | 17:30 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil Lahadalia menjelaskan strategi pengalihan impor minyak mentah guna menjaga stabilitas pasokan energi Indonesia jangka pendek dan menengah. (Dok. Instagram @bahlilahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil Lahadalia menjelaskan strategi pengalihan impor minyak mentah guna menjaga stabilitas pasokan energi Indonesia jangka pendek dan menengah. (Dok. Instagram @bahlilahadalia)

FINANCE 24 JAM - Apakah konflik Iran akan berdampak langsung pada harga energi dan biaya hidup masyarakat Indonesia dalam waktu dekat?

Mengapa pemerintah bergerak cepat menggelar rapat energi nasional ketika harga minyak dunia baru mulai menunjukkan kenaikan bertahap?

Konflik Iran Jadi Alarm Dini Stabilitas Ekonomi dan Energi

Pemerintah memandang konflik Iran sebagai sinyal awal potensi tekanan ekonomi akibat lonjakan harga minyak dunia.

Baca Juga: Didik J. Rachbini Ungkap Pesan Kebangsaan Try Sutrisno Tentang Demokrasi, Pancasila, dan Masa Depan Reformasi

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas energi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (02/03/2026).

Menurut Bahlil, pembahasan berfokus pada dampak geopolitik terhadap pasokan energi nasional mengingat Indonesia masih menjadi importir minyak.

Ia menyebut perubahan harga minyak global sudah mulai terlihat meskipun belum berdampak langsung pada harga domestik.

Baca Juga: Impor Pik Up 4x4 Dari India Tuai Kritik, Proyek Kopdes Merah Putih Dinilai Abaikan Industri Dalam Negeri

Pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pengendalian risiko energi sejak tahap awal eskalasi konflik.

Lonjakan Harga Minyak Global Berpotensi Pengaruhi Inflasi Nasional

Harga minyak dunia memiliki hubungan langsung dengan inflasi karena memengaruhi biaya transportasi, logistik, serta produksi industri nasional.

Bahlil memastikan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas subsidi energi sehingga masyarakat belum merasakan tekanan harga.

Baca Juga: Intervensi Cabai Lintas Pulau Jadi Solusi Cepat Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Tahun 2026

Namun, ia mengingatkan bahwa eskalasi konflik berkepanjangan dapat menyebabkan koreksi harga energi global yang lebih signifikan.

Bank Indonesia sebelumnya menyebut volatilitas harga energi menjadi faktor utama risiko inflasi eksternal Indonesia sepanjang 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X