• Sabtu, 18 April 2026

Perang Bayangan Berubah Terbuka, Konflik Israel - Iran Guncang Stabilitas Politik dan Ekonomi Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Rabu, 4 Maret 2026 | 14:00 WIB
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Citra satelit memperlihatkan area strategis Israel setelah serangan rudal Iran yang memicu kekhawatiran konflik regional semakin meluas. (Dok. Instagram @b.netanyahu)
Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Citra satelit memperlihatkan area strategis Israel setelah serangan rudal Iran yang memicu kekhawatiran konflik regional semakin meluas. (Dok. Instagram @b.netanyahu)

FINANCE 24 JAM - Apakah dunia sedang menyaksikan awal perang regional terbesar sejak Perang Irak?

Apakah serangan balasan Iran terhadap Israel akan menyeret kekuatan global menuju konflik nuklir terbuka?

Serangan Rudal Iran Mengubah Peta Konflik Timur Tengah Secara Drastis

Eskalasi konflik Israel–Iran memasuki fase paling berbahaya setelah Iran mengklaim menyerang pusat pemerintahan Israel pada Senin (2/3/2026).

Baca Juga: Setelah Pemeriksaan KPK Tahun 2018, Kasus Lahan Kompensasi PT BSI Bondowoso Belum Dapat Kepastian Hukum

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan rudal balistik Kheybar Shekan menargetkan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Yerusalem dalam gelombang serangan kesepuluh.

Militer Israel hingga kini belum mengonfirmasi kondisi Netanyahu, sementara kebijakan sensor militer tetap diberlakukan demi alasan keamanan nasional.

Serangan ini terjadi hanya 48 jam setelah operasi gabungan intelijen Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Baca Juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Indonesia Aman Jelang Idul Fitri

Peristiwa tersebut menandai perubahan konflik dari perang bayangan menuju konfrontasi langsung antarnegara.

Krisis Natanz Memunculkan Ancaman Radiasi dan Kekhawatiran Nuklir Global

Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengeluarkan peringatan darurat terkait kondisi fasilitas nuklir Natanz.

Menurut Grossi, kemungkinan kebocoran radiologis dapat menimbulkan evakuasi wilayah luas jika sistem pengamanan reaktor mengalami kerusakan serius.

Baca Juga: Ratas Energi Istana Bahas Konflik Iran, Pemerintah Pastikan Cadangan BBM Tetap Aman Hingga Lebaran

Duta Besar Iran untuk IAEA, Reza Najafi, menuduh jet tempur siluman F-35 Israel menyerang kompleks nuklir tersebut.

Komunikasi antara otoritas nuklir Iran dan lembaga internasional dilaporkan terputus, menciptakan kekosongan informasi yang meningkatkan kekhawatiran komunitas global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X