• Sabtu, 18 April 2026

Analis Kritik Strategi Energi . Saat Krisis Selat Hormuz, Ungkap Risiko Besar Ketergantungan Impor Minyak

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Rabu, 1 April 2026 | 15:53 WIB
Ilustrasi Peta jalur pelayaran Selat Hormuz yang strategis bagi perdagangan minyak dunia, krisis di kawasan ini memicu lonjakan harga energi dan berpotensi menekan ekonomi Indonesia. (Dok. Kreasi Dola AI)
Ilustrasi Peta jalur pelayaran Selat Hormuz yang strategis bagi perdagangan minyak dunia, krisis di kawasan ini memicu lonjakan harga energi dan berpotensi menekan ekonomi Indonesia. (Dok. Kreasi Dola AI)

Ia menyarankan diversifikasi sumber energi, reformasi subsidi, dan peningkatan investasi energi terbarukan sebagai strategi jangka panjang.

Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu menyesuaikan kebijakan harga bahan bakar secara bertahap agar beban fiskal tidak semakin membengkak.

Baca Juga: Konflik Iran - AS Memanas, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Hingga 78 Dolar

“Pemerintah harus berani mengambil langkah tidak populer seperti penyesuaian harga BBM bertahap dan pengalihan subsidi ke perlindungan sosial,” ujar Kusfiardi.

Tanpa reformasi mendasar, Indonesia berisiko terus mengalami siklus krisis energi setiap kali terjadi gejolak geopolitik global.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X