Ia menyarankan diversifikasi sumber energi, reformasi subsidi, dan peningkatan investasi energi terbarukan sebagai strategi jangka panjang.
Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu menyesuaikan kebijakan harga bahan bakar secara bertahap agar beban fiskal tidak semakin membengkak.
Baca Juga: Konflik Iran - AS Memanas, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Hingga 78 Dolar
“Pemerintah harus berani mengambil langkah tidak populer seperti penyesuaian harga BBM bertahap dan pengalihan subsidi ke perlindungan sosial,” ujar Kusfiardi.
Tanpa reformasi mendasar, Indonesia berisiko terus mengalami siklus krisis energi setiap kali terjadi gejolak geopolitik global.****
Artikel Terkait
Agreement on Reciprocal Trade Indonesia - AS Dinilai Kompleks Usai MA Batalkan Tarif Liberation Day Resmi
Serangan Drone Kilan Fujairah Picu Krisis Energi Baru, Indonesia Pertimbangkan Impor Migas dari AS
Langkah Besar Energi, Presiden Prabowo Dorong PLTS Nasional, Kendaraan Listrik, dan Kompor Listrik
Kasus Manipulasi IPO Terkuak, OJK dan Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Pelanggaran Pasar Modal Libatkan Sekuritas
Bahlil Lahadalia Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Lebaran Meski Harga Minyak Berfluktuasi
Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Tepat Sasaran, Gus Miftah Minta Kesalahan Pelaksanaan Segera Diperbaiki
2 Kapal Minyak Indonesia Bersandar Di Hormuz, Pemerintah Siapkan Skenario Pasokan Energi Alternatif
Danantara Meninjau Seluruh BUMN, Langkah Strategis Perkuat Tata Kelola dan Nilai Ekonomi Negara
Kasus Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi Kembali Ramai Setelah Penyelidikan KPK Dimulai Lagi
Pendapatan Negara Tumbuh Namun Belanja Lebih Cepat, APBN Februari 2026 Alami Defisit Rp135,7 Triliun