Tren Pelemahan Rupiah Jangka Panjang Jadi Indikator Masalah Struktural Ekonomi
Rupiah tercatat melemah dari rata-rata Rp11.800 per dolar AS pada 2014 menjadi sekitar Rp17.000 pada 2026 atau turun hampir 50 persen.
Anthony Budiawan menyatakan depresiasi jangka panjang tersebut mencerminkan kelemahan fundamental ekonomi yang belum terselesaikan secara struktural.
Anthony Budiawan juga menyoroti tingkat kemiskinan Indonesia yang menurut standar internasional negara berpendapatan menengah atas mencapai sekitar 68,3 persen populasi.
Risiko Likuiditas Utang Negara Bisa Picu Tekanan Pasar Keuangan
Pemerintah kerap menyebut dominasi utang jangka panjang sebagai indikator keamanan fiskal, namun Anthony Budiawan menilai pandangan tersebut kurang tepat secara ekonomi.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Aktivis Andrie Yunus, Prabowo Pastikan Hadir Lindungi Kebebasan Sipil dan Hak Warga
Anthony Budiawan menjelaskan surat utang negara dapat dijual investor kapan saja sehingga berpotensi memicu tekanan likuiditas tanpa menunggu jatuh tempo.
Anthony Budiawan memperingatkan penghentian pembelian obligasi negara oleh investor dapat meningkatkan tekanan rupiah secara drastis dalam waktu singkat.
Sebagai latar belakang, sejumlah media ekonomi nasional sebelumnya melaporkan volatilitas rupiah meningkat akibat tekanan global serta ketidakpastian pasar keuangan internasional.
Baca Juga: Kiprah Michael Bambang Hartono, Dari Krisis Djarum Hingga Sukses Bangun Korporasi Perbankan Digital
Dalam dua bulan pertama 2026 cadangan devisa turun sekitar 4,6 miliar Dolar AS dari 156,5 miliar Dolar AS menjadi 151,9 miliar Dolar AS.
Anthony Budiawan menyimpulkan risiko utama bukan lagi kemungkinan krisis rupiah, melainkan waktu serta kondisi yang dapat memicu tekanan tersebut.****
Artikel Terkait
Pesan Prabowo ke Korporasi Tambang, SDA untuk Rakyat, Prioritas Energi Domestik Jadi Kebijakan Utama
Defisit APBN Terancam Lewati Batas Aman, Pemerintah Hitung Dampak Perang dan Lonjakan Harga Minyak
OJK Ungkap Pelanggaran Laporan Keuangan POSA, Ini Dampak Kasus Benny Tjokrosaputro Bagi Investor Saham
Kisah Barbie Kumalasari Putus Komunikasi dengan Calon Suami Iran di Tengah Krisis Timur Tengah
Koreksi Harga Batu Bara Setelah Reli Panjang, Investor Kini Waspadai Arah Baru Pasar Energi Dunia
Prabowo Terima Megawati di Istana, Sinyal Rekonsiliasi Politik dan Stabilitas Nasional Menjelang Ramadan
Kasus Kekerasan Aktivis Andrie Yunus, Prabowo Pastikan Hadir Lindungi Kebebasan Sipil dan Hak Warga
Indonesia Siap Keluar dari Board of Peace Jika Tak Untungkan Palestina, Ini Penegasan Prabowo Subianto
Efisiensi Fiskal Prabowo Jadi Sorotan, Wacana ASN Work From Home Untuk Tekan Biaya Operasional
Profil Michael Bambang Hartono Orang Terkaya Indonesia dan Strategi Bisnis Imperium Djarum