Ia menyebut penurunan tarif satu persen berpotensi mengurangi penerimaan hingga Rp70 triliun sehingga keputusan harus sangat terukur.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan dirinya bukan pengambil keputusan spekulatif dan akan melihat tren ekonomi terlebih dahulu.
Kebijakan tarif akan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara penerimaan negara dan daya beli masyarakat.
Momentum Konsumsi Domestik Jadi Penopang Utama Pertumbuhan Penerimaan Pajak
Peningkatan konsumsi masyarakat menjelang Lebaran turut berkontribusi terhadap pertumbuhan penerimaan pajak berbasis konsumsi.
Baca Juga: Cerita Hangat Denada Dan Ressa Rossano Jadi Inspirasi Pentingnya Komunikasi dalam Kehidupan
Kelompok usia produktif menjadi motor konsumsi sehingga aktivitas ekonomi domestik kembali bergerak lebih dinamis.
Media arus utama sebelumnya melaporkan konsumsi rumah tangga tetap menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Kondisi ini memperkuat peran kebijakan fiskal adaptif dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan penerimaan pajak 2026.****
Artikel Terkait
Prabowo Terima Megawati di Istana, Sinyal Rekonsiliasi Politik dan Stabilitas Nasional Menjelang Ramadan
Kasus Kekerasan Aktivis Andrie Yunus, Prabowo Pastikan Hadir Lindungi Kebebasan Sipil dan Hak Warga
Indonesia Siap Keluar dari Board of Peace Jika Tak Untungkan Palestina, Ini Penegasan Prabowo Subianto
Efisiensi Fiskal Prabowo Jadi Sorotan, Wacana ASN Work From Home Untuk Tekan Biaya Operasional
Profil Michael Bambang Hartono Orang Terkaya Indonesia dan Strategi Bisnis Imperium Djarum
Defisit Transaksi Berjalan Jadi Sorotan, Apa Dampaknya Terhadap Nilai Tukar Rupiah Tahun 2026 Ini
Papua Nugini Terapkan Kebijakan Hemat Energi Unik Saat Negara Lain Naikkan Tarif Listrik dan BBM
Dana Jemaat Rp28 Miliar Diduga Digelapkan Oknum BNI, Polisi Lacak Tersangka Hingga Luar Negeri Australia
Polda Sumut Tangkap 17 Pelaku PETI, Kerusakan Lingkungan Mandailing Natal Jadi Sorotan Nasional
Mengapa Jaringan Media Ekonomi BNC Penting untuk Bangun Kredibilitas Informasi Corporate Action