FINANCE 24 JAM - Seberapa siap ekonomi Indonesia menghadapi potensi guncangan global jika konflik geopolitik terus meluas dalam waktu dekat?
Apakah pelemahan rupiah hingga menembus Rp20.000 per Dolar AS hanya skenario atau risiko nyata?
Geopolitik Global Dinilai Bisa Menjadi Pemicu Tekanan Ekonomi Indonesia
Managing Director PEPS Anthony Budiawan mengingatkan konflik Iran berpotensi menjadi katalis tekanan baru terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Viral Video Unboxing Bingkisan Open House Prabowo, Ini Isi Paket yang Diterima Warga dari Istana
Ia mengatakan gangguan pasokan energi global dapat memicu kenaikan harga minyak dan memperlebar defisit transaksi berjalan negara importir energi.
Anthony Budiawan menilai dampak simultan geopolitik dapat memicu tekanan pada nilai tukar, inflasi, serta arus modal asing di pasar keuangan domestik.
Ketergantungan Terhadap Utang Luar Negeri Perlu Menjadi Perhatian Serius
Anthony Budiawan menyatakan stabilitas rupiah selama ini sangat dipengaruhi kemampuan Indonesia menarik pembiayaan eksternal melalui penerbitan surat utang global.
Baca Juga: Kasus Izin Tambang Emas Tumpang Pitu, Pegiat Minta KPK Telusuri Aktor Pembentuk Opini Publik Digital
Ia mencontohkan penerbitan obligasi internasional mencapai 6,85 miliar Dolar AS pada periode 2014 sampai 2015 untuk meredakan tekanan kurs.
Pada 2018 pemerintah kembali menerbitkan sekitar 11,4 miliar Dolar AS berbagai instrumen global bond dan sukuk untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.
Pengalaman Krisis Menunjukkan Pentingnya Respons Kebijakan Cepat dan Tepat
Anthony Budiawan menjelaskan awal pandemi COVID-19 menjadi contoh bagaimana tekanan pasar dapat terjadi sangat cepat dalam waktu singkat.
Baca Juga: Kesepakatan Nuklir Iran Kembali Dibahas, Trump Targetkan Nol Pengayaan Uranium ddmi Stabilitas
Ia mencatat pemerintah menerbitkan global bond 4,3 miliar Dolar AS pada April 2020 setelah sebelumnya menerbitkan 4 miliar Dolar AS Januari 2020.
Menurut Anthony Budiawan langkah cepat tersebut membantu meredakan kepanikan pasar meskipun meningkatkan eksposur utang luar negeri pemerintah.
Artikel Terkait
Prabowo Terima Megawati di Istana, Sinyal Rekonsiliasi Politik dan Stabilitas Nasional Menjelang Ramadan
Kasus Kekerasan Aktivis Andrie Yunus, Prabowo Pastikan Hadir Lindungi Kebebasan Sipil dan Hak Warga
Indonesia Siap Keluar dari Board of Peace Jika Tak Untungkan Palestina, Ini Penegasan Prabowo Subianto
Efisiensi Fiskal Prabowo Jadi Sorotan, Wacana ASN Work From Home Untuk Tekan Biaya Operasional
Profil Michael Bambang Hartono Orang Terkaya Indonesia dan Strategi Bisnis Imperium Djarum
Defisit Transaksi Berjalan Jadi Sorotan, Apa Dampaknya Terhadap Nilai Tukar Rupiah Tahun 2026 Ini
Papua Nugini Terapkan Kebijakan Hemat Energi Unik Saat Negara Lain Naikkan Tarif Listrik dan BBM
Dana Jemaat Rp28 Miliar Diduga Digelapkan Oknum BNI, Polisi Lacak Tersangka Hingga Luar Negeri Australia
Polda Sumut Tangkap 17 Pelaku PETI, Kerusakan Lingkungan Mandailing Natal Jadi Sorotan Nasional
Mengapa Jaringan Media Ekonomi BNC Penting untuk Bangun Kredibilitas Informasi Corporate Action