• Sabtu, 18 April 2026

Subsidi BBM Bengkak, Kajian INDEF Sebut Kendaraan Listrik Bisa Pangkas Beban Energi Hingga 85 Persen

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Rabu, 1 April 2026 | 16:31 WIB
Pembangkit listrik tenaga surya diproyeksikan Ekonom Senior INDEF Prof Didik J Rachbini Ph.D menjadi tulang punggung transisi energi nasional menuju ekonomi rendah karbon Indonesia. (Dok Kreasi Dola AI)
Pembangkit listrik tenaga surya diproyeksikan Ekonom Senior INDEF Prof Didik J Rachbini Ph.D menjadi tulang punggung transisi energi nasional menuju ekonomi rendah karbon Indonesia. (Dok Kreasi Dola AI)

Sejumlah laporan media sebelumnya menyebut Filipina menghadapi tekanan energi akibat kenaikan harga impor bahan bakar.

Baca Juga: Program B50 Mulai Juli 2026, Pemerintah Targetkan Stop Impor Solar dan Hemat Subsidi Energi Nasional

Didik J Rachbini mengatakan Indonesia harus belajar dari pengalaman negara lain dalam mengantisipasi risiko tersebut.

Ia menilai ketergantungan pada energi impor berpotensi meningkatkan kerentanan ekonomi jika harga global terus bergejolak.

Percepatan Elektrifikasi Transportasi Jadi Agenda Strategis Pemerintah Indonesia Kedepan

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan rencana percepatan konversi kendaraan listrik sebagai bagian strategi transformasi energi nasional.

Baca Juga: Italia Hibahkan Kapal Induk Garibaldi ke Indonesia, Ini Pertimbangan Politik dan Strategis Pertahanan

Program tersebut mencakup kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga kendaraan logistik secara bertahap.

Didik J Rachbini menilai kebijakan ini sejalan dengan kebutuhan memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia menyebut keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan konsistensi kebijakan pemerintah.

Baca Juga: KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha

Transisi Energi Hijau Jadi Langkah Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Global

Krisis iklim dan konflik global membuat transisi energi hijau semakin mendesak dilakukan berbagai negara termasuk Indonesia.

Didik J Rachbini mengatakan transisi energi merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ia menegaskan keterlambatan transisi energi dapat meningkatkan risiko tekanan fiskal akibat subsidi energi yang tidak terkendali.

Baca Juga: Menkeu Soroti Harga Produk Impor Marketplace, Dorong Kebijakan Pajak Demi Keadilan Perdagangan Digital

Menurutnya momentum krisis energi global saat ini menjadi waktu tepat mempercepat reformasi kebijakan energi nasional.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X