Ia menyarankan diversifikasi sumber energi, reformasi subsidi, dan peningkatan investasi energi terbarukan sebagai strategi jangka panjang.
Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu menyesuaikan kebijakan harga bahan bakar secara bertahap agar beban fiskal tidak semakin membengkak.
Baca Juga: Konflik Iran - AS Memanas, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Hingga 78 Dolar
“Pemerintah harus berani mengambil langkah tidak populer seperti penyesuaian harga BBM bertahap dan pengalihan subsidi ke perlindungan sosial,” ujar Kusfiardi.
Tanpa reformasi mendasar, Indonesia berisiko terus mengalami siklus krisis energi setiap kali terjadi gejolak geopolitik global.****