Sejumlah laporan media sebelumnya menyebut Filipina menghadapi tekanan energi akibat kenaikan harga impor bahan bakar.
Baca Juga: Program B50 Mulai Juli 2026, Pemerintah Targetkan Stop Impor Solar dan Hemat Subsidi Energi Nasional
Didik J Rachbini mengatakan Indonesia harus belajar dari pengalaman negara lain dalam mengantisipasi risiko tersebut.
Ia menilai ketergantungan pada energi impor berpotensi meningkatkan kerentanan ekonomi jika harga global terus bergejolak.
Percepatan Elektrifikasi Transportasi Jadi Agenda Strategis Pemerintah Indonesia Kedepan
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan rencana percepatan konversi kendaraan listrik sebagai bagian strategi transformasi energi nasional.
Program tersebut mencakup kendaraan roda dua, mobil pribadi, hingga kendaraan logistik secara bertahap.
Didik J Rachbini menilai kebijakan ini sejalan dengan kebutuhan memperkuat ketahanan energi nasional.
Ia menyebut keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan konsistensi kebijakan pemerintah.
Baca Juga: KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha
Transisi Energi Hijau Jadi Langkah Antisipasi Ketidakpastian Ekonomi Global
Krisis iklim dan konflik global membuat transisi energi hijau semakin mendesak dilakukan berbagai negara termasuk Indonesia.
Didik J Rachbini mengatakan transisi energi merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia menegaskan keterlambatan transisi energi dapat meningkatkan risiko tekanan fiskal akibat subsidi energi yang tidak terkendali.
Menurutnya momentum krisis energi global saat ini menjadi waktu tepat mempercepat reformasi kebijakan energi nasional.****