FINANCE24JAM.COM - Bagaimana korporasi asuransi memastikan dana nasabah tetap aman di tengah risiko investasi?
Mengapa penguatan Asset Liability Management kini menjadi prioritas utama menjaga stabilitas industri keuangan nasional?
Kolaborasi internasional menjadi kunci penguatan tata kelola investasi sektor asuransi Indonesia.
Baca Juga: Persaingan Teknologi dan Diplomasi Global Mengapa Trump dan Tiongkok Masih Saling Membutuhkan
Indonesia Financial Group atau IFG menggandeng Financial Services Development Council Hong Kong dalam forum strategis penguatan Asset Liability Management (ALM) bagi industri asuransi dan dana pensiun.
Forum bertajuk “Bridging Financial Centres: Pathways in Insurance and Capital Markets” ini menghadirkan Executive Director Rocky Tung dan Sekretaris Perusahaan IFG Denny S. Adji sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini menempatkan ALM sebagai fondasi keberlanjutan industri, dengan fokus pada perlindungan dana nasabah, penguatan tata kelola investasi, dan stabilitas keuangan jangka panjang.
Baca Juga: 7 Korporasi Tambang Sudah Ditindak, Publik Soroti Transparansi Penertiban Kawasan Hutan Maluku Utara
Kolaborasi Internasional Perkuat Tata Kelola Investasi Industri Asuransi Nasional
Korporasi holding BUMN asuransi ini mendorong peningkatan tata kelola investasi melalui sinergi dengan pusat keuangan global untuk memperkuat praktik ALM berbasis risiko.
Forum ini diikuti perwakilan anggota holding IFG untuk memperdalam pemahaman mengenai manajemen aset dan kewajiban sebagai dasar menjaga kesehatan keuangan perusahaan.
Pendekatan ini menekankan pentingnya stabilitas keuangan jangka panjang melalui pengelolaan investasi yang disiplin dan terukur berbasis kewajiban kepada pemegang polis.
Asset Liability Management Menjadi Fondasi Stabilitas Keuangan Jangka Panjang
ALM dipandang sebagai fondasi utama keberlanjutan industri asuransi dan dana pensiun dalam menjaga keseimbangan aset dan kewajiban.
Melalui siklus PDCA atau Plan, Do, Check, Action, ALM mencakup pengumpulan data, analisis, pelaporan, hingga strategi pengelolaan aset dan kewajiban yang terintegrasi.
Artikel Terkait
Anindya Bakrie Paparkan Agenda Strategis Kadin Dorong Reindustrialisasi dan Ekspansi Pasar Global
Target Ekonomi 8 Persen 2026 Dikejar Lewat Fiskal Investasi dan Program Sosial Terpadu Nasional
Krisis Transparansi Pasar Modal 2026 Picu Pengunduran Diri Petinggi BEI dan OJK Secara Serentak
Kebijakan Utang APBN 2026 Rp832,2 Triliun Dinilai Darurat Namun Perlu Strategi Fiskal Terukur
8.000 Pasukan Indonesia ke Gaza, Apa Dampak Board of Peace bagi APBN dan Diplomasi Palestina Global
Mengapa Cuma 4 Korporasi Didenda? Fakta Penertiban Tambang Ilegal Maluku Utara yang Terungkap
Transparansi Data Pemegang Saham BEI Dinilai Berpotensi Jadi Navigasi Modal Global di Pasar
Pernyataan Penting Nia Ramadhani dan Manajer Terkait dengan Rumors Perceraian yang Viral di Internet
Mayoritas 285 Ribu Saham Dikuasai Entitas Global Proyek Panas Bumi Indonesia Timur Disorot Publik
Kontroversi Penertiban 7 Korporasi Tambang Maluku Utara Picu Sorotan Transparansi Penegakan Hukum