• Sabtu, 18 April 2026

Kolaborasi 2 Pusat Keuangan Dorong Penguatan Tata Kelola Investasi Asuransi Indonesia Modern

Photo Author
Tim 24 Jam News, Finance 24 Jam
- Rabu, 18 Februari 2026 | 20:50 WIB
Indonesia Financial Group (IFG) menyelenggarakan sharing session bertema “Bridging Financial Centres: Pathways in Insurance and Capital Markets”. ((Dok. IFG))
Indonesia Financial Group (IFG) menyelenggarakan sharing session bertema “Bridging Financial Centres: Pathways in Insurance and Capital Markets”. ((Dok. IFG))

FINANCE24JAM.COM - Bagaimana korporasi asuransi memastikan dana nasabah tetap aman di tengah risiko investasi?

Mengapa penguatan Asset Liability Management kini menjadi prioritas utama menjaga stabilitas industri keuangan nasional?

Kolaborasi internasional menjadi kunci penguatan tata kelola investasi sektor asuransi Indonesia.

Baca Juga: Persaingan Teknologi dan Diplomasi Global Mengapa Trump dan Tiongkok Masih Saling Membutuhkan

Indonesia Financial Group atau IFG menggandeng Financial Services Development Council Hong Kong dalam forum strategis penguatan Asset Liability Management (ALM) bagi industri asuransi dan dana pensiun.

Forum bertajuk “Bridging Financial Centres: Pathways in Insurance and Capital Markets” ini menghadirkan Executive Director Rocky Tung dan Sekretaris Perusahaan IFG Denny S. Adji sebagai narasumber utama.

Kegiatan ini menempatkan ALM sebagai fondasi keberlanjutan industri, dengan fokus pada perlindungan dana nasabah, penguatan tata kelola investasi, dan stabilitas keuangan jangka panjang.

Baca Juga: 7 Korporasi Tambang Sudah Ditindak, Publik Soroti Transparansi Penertiban Kawasan Hutan Maluku Utara

Kolaborasi Internasional Perkuat Tata Kelola Investasi Industri Asuransi Nasional

Korporasi holding BUMN asuransi ini mendorong peningkatan tata kelola investasi melalui sinergi dengan pusat keuangan global untuk memperkuat praktik ALM berbasis risiko.

Forum ini diikuti perwakilan anggota holding IFG untuk memperdalam pemahaman mengenai manajemen aset dan kewajiban sebagai dasar menjaga kesehatan keuangan perusahaan.

Pendekatan ini menekankan pentingnya stabilitas keuangan jangka panjang melalui pengelolaan investasi yang disiplin dan terukur berbasis kewajiban kepada pemegang polis.

Baca Juga: IHSG Bergejolak 8 Persen, Dirut Bursa Efek Indonesia Mundur Demi Jaga Kredibilitas Pasar Modal Nasional

Asset Liability Management Menjadi Fondasi Stabilitas Keuangan Jangka Panjang

ALM dipandang sebagai fondasi utama keberlanjutan industri asuransi dan dana pensiun dalam menjaga keseimbangan aset dan kewajiban.

Melalui siklus PDCA atau Plan, Do, Check, Action, ALM mencakup pengumpulan data, analisis, pelaporan, hingga strategi pengelolaan aset dan kewajiban yang terintegrasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X