• Sabtu, 18 April 2026

IMF Nilai Ketegangan Timur Tengah Bisa Ganggu Stabilitas Ekonomi Global dan Keamanan Energi Asia

Photo Author
Tim HMN Media, Finance 24 Jam
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 17:45 WIB
Direktur Pelaksana IMF,  Kristalina Georgieva. Kristalina Georgieva menyebut ketidakpastian global kini menjadi normal baru dalam dinamika ekonomi dunia. (Dok. Instagram @kristalina.georgieva)
Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva. Kristalina Georgieva menyebut ketidakpastian global kini menjadi normal baru dalam dinamika ekonomi dunia. (Dok. Instagram @kristalina.georgieva)

FINANCE 24 JAM - Apakah konflik baru di Timur Tengah bisa kembali mengguncang ekonomi dunia yang belum sepenuhnya pulih dari tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan?

Seberapa besar dampak gejolak geopolitik tersebut terhadap harga energi, stabilitas pasar, dan kepercayaan investor global dalam beberapa bulan ke depan?

Ketegangan Timur Tengah Picu Risiko Baru Stabilitas Ekonomi Global

Ketahanan ekonomi global kembali menghadapi ujian baru setelah meningkatnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi, sentimen pasar, serta pertumbuhan ekonomi dunia.

Baca Juga: Defisit APBN Awal 2026 Jadi Perhatian Publik, Menkeu Purbaya Pastikan Stabilitas Fiskal Tetap Terjaga

Direktur Pelaksana International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, menyampaikan peringatan tersebut dalam pidato pembukaan Asia in 2050 Conference di Bangkok, Thailand, Kamis (06/03/2026).

“Konflik ini, jika terbukti berkepanjangan, jelas berpotensi memengaruhi harga energi global, sentimen pasar, pertumbuhan, dan inflasi,” kata Georgieva dalam pidatonya.

Ketidakpastian Global Kini Menjadi Normal Baru Bagi Ekonomi Dunia

Menurut Georgieva, ekonomi global saat ini memasuki periode ketidakpastian berkepanjangan yang membuat berbagai guncangan ekonomi berpotensi muncul dalam berbagai bentuk dan skala.

Baca Juga: Misteri Emas Mahkota Binokasih Sanghyang Pake, dari Tambang Sunda Hingga Simbol Kekuasaan Pajajaran

Ia menilai dinamika geopolitik, tekanan energi, dan perubahan rantai pasok global menjadi faktor utama yang membentuk lingkungan ekonomi baru bagi banyak negara.

Georgieva menyebut konflik geopolitik seperti yang terjadi di Timur Tengah dapat memperbesar tekanan inflasi global, terutama melalui kenaikan harga energi dan gangguan distribusi komoditas strategis.

Pasar Keuangan Asia Mulai Bereaksi Terhadap Ketegangan Energi Global

Georgieva mengatakan bahwa sebagian pasar saham di kawasan Asia telah mulai menunjukkan reaksi terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik tersebut.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Pengalihan Impor Minyak Belum Selesaikan Masalah Ketahanan Energi Indonesia

Bagi banyak negara Asia, isu yang dipertaruhkan tidak hanya menyangkut stabilitas ekonomi, tetapi juga keamanan energi yang sangat bergantung pada pasokan global.

Menurutnya, ketergantungan terhadap impor energi membuat negara-negara Asia sangat sensitif terhadap gangguan pasokan minyak maupun gas dari kawasan Timur Tengah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X