FINANCE 24 JAM - Apakah Indonesia masih memiliki figur militer intelektual yang mendorong demokrasi modern dan profesionalisme TNI secara konsisten?
Bagaimana warisan pemikiran Agus Widjojo tentang supremasi sipil memengaruhi arah reformasi militer Indonesia hingga hari ini?
Warisan Pemikiran Agus Widjojo Dalam Reformasi Militer Indonesia Modern
Pemikiran Agus Widjojo dinilai berperan penting dalam mendorong reformasi militer Indonesia menuju profesionalisme dan supremasi sipil pada era Reformasi.
Baca Juga: Pengadaan EDC BRI Rp2,1 Triliun Diselidiki KPK, Publik Tunggu Transparansi dan Penegakan Hukum
Didik J Rachbini, Rektor Universitas Paramadina, menyebut Agus Widjojo sebagai perwira intelektual yang konsisten menempatkan militer sebagai alat pertahanan negara.
Menurut Didik, gagasan Agus Widjojo berkontribusi pada perubahan besar TNI dari era Dwifungsi ABRI menuju militer profesional yang tunduk pada konstitusi.
Peran Strategis Tentara Intelektual Dalam Demokrasi Dan Supremasi Sipil
Agus Widjojo dikenal sebagai figur militer yang mampu menjembatani pemikiran sipil dan militer dalam konteks demokrasi modern Indonesia.
Baca Juga: Video Komedi Jadi Bukti, Pemeriksaan Pandji di Polda Metro Jaya Berlangsung Cair dan Bersahabat
Didik J Rachbini menjelaskan bahwa Agus Widjojo mendorong keseimbangan trias politika antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif dalam masyarakat madani.
Pemikiran tersebut dianggap relevan untuk memperkuat profesionalisme TNI sekaligus menjaga supremasi sipil dalam sistem pemerintahan demokratis.
Kontribusi Lemhanas Sebagai Dapur Pemikiran Strategis Nasional Indonesia
Didik J Rachbini menilai peran Agus Widjojo di Lemhanas memperkuat fungsi lembaga tersebut sebagai pusat pemikiran strategis negara.
Baca Juga: CBA Soroti Sewa Mobil Wamensg Rp35 Juta Per Bulan di Tengah Seruan Penghematan Belanja
Ia menyatakan Lemhanas menjadi ruang pengembangan wawasan geopolitik, geoekonomi, dan sistem modern bagi elit pemerintahan nasional.
Kontribusi tersebut disebut membentuk cara pandang strategis pemimpin Indonesia terhadap dinamika global dan ketahanan nasional jangka panjang.
Artikel Terkait
Hilirisasi Sumbang 30,2 Persen Total Nasional, Kawasan Timur Semakin Strategis Bagi Investor Global
Kebijakan Baru SDA 2026: Izin Tambang dan Energi Diprioritaskan BUMN Usai PNBP SDA Turun Tajam
APBI Protes RKAB 2026 Dipotong Besar, ESDM Gunakan PNBP Sebagai Acuan Penentuan Produksi
Target 70 Ribu Polisi Hutan Dikejar Setelah Temukan 4 Juta Hektare Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi
Gugatan Lingkungan Rp200,99 Miliar Muncul, UT Tegaskan Tambang Martabe Tetap Beroperasi Normal
Data Februari 2026: 64 Persen Tambang di Kawasan Hutan Tanpa Izin, Satgas Mulai Kuasai Ribuan Hs
MSCI dan Rp50 Triliun Skandal Pasar Modal Jadi Alarm Reformasi Tata Kelola Ekonomi Saat Ini
Blok Mineral Kritis 55 Negara Dibentuk, AS Targetkan Stabilitas Pasokan Teknologi dan Energi Global
Kasus Korupsi Rp2,7 Triliun, Audit BPK dan Red Notice Riza Chalid Jadi Kunci untuk.Penegakan Hukum
KPK Usut Dugaan Korupsi EDC BRI Rp2,1 Triliun, Hendri Satrio Minta Pelaku Dihukum Tanpa Kompromi