Dalam kondisi tersebut, kebutuhan terhadap jurnalisme yang kredibel justru semakin besar.
Jurnalis berperan memeriksa fakta, mengajukan pertanyaan kritis, serta memberi konteks terhadap peristiwa yang kompleks.
AI dapat membantu mengolah data dalam skala besar.
Namun memastikan informasi yang sampai kepada publik akurat dan dapat dipercaya tetap menjadi tanggung jawab manusia.
Karena itu, masa depan jurnalisme kemungkinan bukan tentang menggantikan jurnalis dengan mesin.
Baca Juga: Pemerintah Antisipasi Kekeringan Dengan Pompanisasi Lahan Demi Menjaga Produksi Beras Nasional
Pertanyaan yang lebih relevan adalah bagaimana teknologi dapat membantu jurnalis bekerja lebih efektif dalam melayani kepentingan publik.****
Artikel Terkait
Penahanan Richard Lee Jadi Sorotan Publik, Kasus Skincare, Bermula dari Laporan Dokter Detektif
Likuiditas Perbankan Ditambah Rp100 Triliun, Ini Dampaknya Bagi Kredit Usaha, KPR, dan Stabilitas Ekonomi
IHSG Masuki Fase Krusial Awal Maret 2026, Risiko Global dan Sentimen Domestik Uji Ketahanan Pasar
Purbaya Yudhi Sadewa Sebut Program MBG Bisa Disesuaikan Jika Penerimaan Negara Tidak Mencapai Target
Ketidakseimbangan Fiskal Jadi Sorotan Jusuf Kalla, Pemerintah Perlu Fokus Pada Program Prioritas Ekonomi
Pemerintah Antisipasi Kekeringan Dengan Pompanisasi Lahan Demi Menjaga Produksi Beras Nasional
Ketahanan Pangan Indonesia Jadi Benteng Krisis Global, Presiden Prabowo Soroti Ancaman Geopolitik Dunia
Apa Fakta Di Balik Angka Rp14,5 Triliun dalam Penyelidikan OJK dan Bareskim Atas Kasus Mirae Asset
Ketegangan Israel Amerika Serikat Iran Berpotensi Picu Krisis Energi Global, Ini Dampaknya Bagi Indonesia
Tambang Emas Tumpang Pitu dan Kisah Warga Pesanggaran Hadapi Perubahan Alam Serta Ekonomi Lokal