FINANCE 24JAM - Apa dampak penghentian impor BBM terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi nasional?
Mampukah Indonesia mencapai swasembada energi tanpa mengguncang sektor industri dan transportasi?
Presiden Prabowo Subianto menargetkan penghentian impor BBM secara bertahap sebagai bagian dari strategi besar swasembada energi nasional.
Baca Juga: Kontroversi Keputusan Bupati 2012 Soal Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi Mulai Dibedah Pegiat
Kebijakan tersebut disampaikan kepada Dewan Energi Nasional usai pelantikan anggota DEN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Ketua Harian DEN Bahlil Lahadalia menyebut kebijakan ini dirancang untuk memperkuat ketahanan nasional sekaligus mengurangi tekanan fiskal akibat impor energi.
Ketergantungan Impor BBM dan Tekanan Terhadap Neraca Perdagangan
Indonesia masih mengimpor sekitar 30 juta kiloliter BBM per tahun, yang berdampak signifikan terhadap neraca perdagangan.
Baca Juga: CEO Forum SKK Migas Perkuat Sinergi Pemerintah dan Industri Migas Hadapi Tantangan Global
Impor BBM menjadi salah satu penyumbang utama defisit transaksi berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut data Kementerian ESDM, ketergantungan ini membuat ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga energi global.
Cadangan Energi Nasional Dinilai Masih Rentan Terhadap Krisis Global
Cadangan BBM nasional yang hanya mencukupi 21 hari dinilai belum memadai menghadapi risiko geopolitik global.
Baca Juga: Kemenkeu Deteksi Manipulasi Ekspor CPO Lewat AI Negara Transit Jadi Celah Transfer Pricing
Bahlil Lahadalia menegaskan peningkatan cadangan menjadi tiga bulan adalah langkah mitigasi risiko nasional.
“Kita harus siap menghadapi gangguan pasokan global dengan cadangan yang kuat,” ujar Bahlil.