FINANCE 24 JAM - Seberapa besar dampak OTT KPK terhadap pegawai pajak dan bea cukai bagi kepercayaan publik pada sistem penerimaan negara saat ini?
Apakah pemerintah mampu menjadikan kasus ini sebagai momentum reformasi sekaligus memastikan proses hukum berjalan transparan dan tanpa intervensi dari pihak mana pun?
Operasi Tangkap Tangan (KPK terhadap aparatur fiskal kembali menyoroti integritas sistem perpajakan dan kepabeanan sebagai tulang punggung penerimaan negara.
Baca Juga: Penurunan Pendapatan Picu PHK Washington Post dan Tutup Desk Olahraga, Buku, dan Podcast Harian
Menteri Keuangan (Menkeu).Purbaya Yudhi Sadewa yang menyampaikan tanggapan terkait penindakan dan pembenahan institusi.
Ia menekankan penegakan hukum dan reformasi internal harus berjalan bersamaan agar dampak kasus tidak meluas terhadap pelayanan publik.
Pemerintah Tekankan Penegakan Hukum Tegas Dan Transparansi Proses Internal
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pegawai pajak atau bea cukai yang terbukti bermasalah harus diproses hukum sesuai undang-undang berlaku.
Baca Juga: OJK Dorong Transparansi Pasar Modal Lewat Data Kepemilikan Saham dan Kolaborasi Aparat Hukum
Ia menyatakan langkah tersebut penting untuk menjaga integritas lembaga sekaligus memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.
Penegakan hukum dinilai sebagai fondasi utama dalam membangun sistem fiskal yang kredibel dan akuntabel.
Pendampingan Pegawai Dilakukan Tanpa Mengganggu Proses Hukum Berjalan Independen
Purbaya Yudhi Sadewa menyebut negara tidak akan melepas pegawai menghadapi proses hukum sendirian dan akan memberikan pendampingan administratif.
Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Tetap Solid Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menutup Tahun 2025
Pendampingan tersebut ditegaskan bukan bentuk intervensi hukum, melainkan dukungan institusional yang tetap menghormati independensi penegak hukum.
Langkah ini diharapkan menjaga keseimbangan antara perlindungan pegawai dan integritas proses hukum.
Artikel Terkait
Kejaksaan Agung Siapkan Deportasi Dan Ekstradisi Riza Chalid Setelah Red Notice Interpol Diterbitkan
Vietnam Jadi Mitra Strategis Mineral Kritis, Investasi Besar Amerika Serikat Mulai Direalisasikan
Skala Masif PETI Rp 992 Triliun PPATK Bongkar Keuangan Berbasis Lingkungan Nasional
Gejolak Pasar Modal 2026: IHSG Anjlok, Dirut Bursa Efek Indonesia Lepas Jabatan Secara Profesional
Prabowo ke Luar Negeri Pakai Satu Pesawat, Istana Ungkap Peran Pesawat Pendukung TNI
Open To Work Prilly Latuconsina Picu Kontroversi LinkedIn, Ini Fakta Klarifikasi dan Permintaan Maaf
KLH Gugat Korporasi Tambang Martabe Rp226 Miliar, Sidang Fokus Administrasi Dan Legal Standing
Konsumsi Rumah Tangga Tetap Solid Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menutup Tahun 2025
Penegakan Hukum Pasar Modal Diperkuat, OJK Sediakan Data untuk Usut Manipulasi Saham Terstruktur
Pemerintah Ungkap Modus Ekspor CPO Harga Rendah Negara Transit Rugikan Pajak Nasional Bertahun Tahun