FINANCE 24 JAM - Sejauh mana figur publik bebas bereksperimen di ruang profesional digital tanpa memicu konflik sosial?
Apakah LinkedIn masih murni sebagai platform pencari kerja, atau telah bergeser menjadi arena personal branding selebritas?
Polemik seputar penggunaan fitur #OpenToWork oleh Prilly Latuconsina di LinkedIn membuka diskursus lebih luas mengenai etika personal branding figur publik di platform profesional.
Baca Juga: Fakta Perjalanan Presiden: Prabowo Pakai 1 Pesawat Kepresidenan Selama 12 Bulan Terakhir
Aktris dan produser film tersebut menjadi sorotan setelah unggahannya memicu reaksi beragam, dari dukungan hingga tudingan gimmick pemasaran.
Isu ini mencuat di tengah kondisi pasar kerja nasional yang masih menghadapi tekanan pascapandemi dan perlambatan ekonomi global.
LinkedIn Dan Sensitivitas Pencarian Kerja Nasional
LinkedIn dikenal sebagai platform profesional yang digunakan lebih dari 24 juta pengguna di Indonesia berdasarkan data resmi LinkedIn 2024.
Baca Juga: Rp 992 Triliun Perputaran Uang PETI Terbongkar PPATK Aliran Dana Emas Ilegal Menembus Luar Negeri
Bagi sebagian besar pengguna, fitur Open to Work menjadi simbol perjuangan mencari nafkah di tengah persaingan ketat dunia kerja.
Ketika figur publik dengan privilese ekonomi menggunakannya, muncul persepsi ketimpangan yang memicu emosi kolektif.
Fenomena ini menunjukkan adanya jarak psikologis antara publik figur dan masyarakat pencari kerja aktif.
Klarifikasi Prilly Latuconsina Soal Tuduhan Gimmick
Menanggapi kritik, Prilly Latuconsina menyampaikan klarifikasi melalui video resmi di Instagram, Selasa, 3 Februari 2025.
“Aku tidak pernah berniat untuk bersikap tidak sensitif atau tidak empati terhadap situasi yang sedang dihadapi banyak orang,” ujar Prilly.
Artikel Terkait
Eks Bos BUMN Diingatkan Soal Akuntabilitas Hukum Pengelolaan Aset Negara Bernilai Triliunan Dolar AS
Prabowo Soroti Pasar Modal, Kredit Rp5.000 Triliun Bank Himbara dan Bonus Direksi BUMN Jadi Perhatian
Kasus Saham Gorengan IPO PIPA, Peran Penjamin Emisi dan Langkah Hukum yang Dilakukan Bareskrim
Kejaksaan Agung Siapkan Deportasi Dan Ekstradisi Riza Chalid Setelah Red Notice Interpol Diterbitkan
Vietnam Jadi Mitra Strategis Mineral Kritis, Investasi Besar Amerika Serikat Mulai Direalisasikan
Skala Masif PETI Rp 992 Triliun PPATK Bongkar Keuangan Berbasis Lingkungan Nasional
Gejolak Pasar Modal 2026: IHSG Anjlok, Dirut Bursa Efek Indonesia Lepas Jabatan Secara Profesional
Prabowo ke Luar Negeri Pakai Satu Pesawat, Istana Ungkap Peran Pesawat Pendukung TNI
Konsumsi Rumah Tangga Tetap Solid Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menutup Tahun 2025
Penegakan Hukum Pasar Modal Diperkuat, OJK Sediakan Data untuk Usut Manipulasi Saham Terstruktur